| dc.description.abstract | Moderasi beragama merupakan cara pandang beragama yang tengah-
tengah (tidak ekstrem). Pemerintah menjadikan modersi beragama sebagai
program nasional dengan tujuan menata dan mengharmoniskan kehidupan
keagamaan masyarakat Indonesia yang plural. Salah satu kelompok strategis yang
berperan penting menguatkan program ini adalah lembaga Pendidikan. Agar
program moderasi beragama di lembaga pendidikan lebih terukur dan terarah
sesuai tujuan, maka mutlak dilakukan evaluasi. Penelitian evaluatif dilakukan di
SMAN 1 Bambanglipuro dengan pertimbangan bahwa sekolah ini merupakan
sekolah Pelopor Moderasi Beragama berdasarkan keputusan Kanwil Kemenag
DIY pada 2022. Selain itu, pada 2023 sekolah ini juga meraih juara III nasional
Sekolah Moderasi Beragama yang diselenggarakan Balai Litbang Agama (BLA)
Semarang. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi program moderasi
beragama sekaligus mengevaluasinya. Metode yang digunakan adalah evaluasi
deskriptif dengan model CIPP. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif
dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan interactive model dari Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan
keabsahan data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
implementasi moderasi beragama di SMAN 1 Bambanglipuro terlaksana secara
holistic-integratif yang tercermin dalam dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan,
kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, pembiasaan, kebijakan
Kepala Sekolah, serta melalui organisasi siswa lintas agama. Hasil evaluasi CIPP
menunjukkan program berjalan baik sehingga layak dilanjutkan dengan beberapa
perbaikan. Bukti bahwa program telah berjalan baik dapat diketahui dari hasil
evaluasi: adanya landasan hukum yang jelas, tujuan program dapat memenuhi
kebutuhan penerima program, adanya dukungan Kepala Sekolah, terjalin
kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bantul,
memanfaatkan peluang menjadi keunggulan, mengabaikan hambatan sehingga
pelaksanaan program berjalan terus-menerus dan berkelanjutan, serta berhasil
membentuk karakter siswa moderat juga budaya sekolah yang moderat. | en_US |