Show simple item record

dc.contributor.authorAmal, Muhammad Fakhri
dc.date.accessioned2024-10-22T02:38:02Z
dc.date.available2024-10-22T02:38:02Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52835
dc.description.abstractPenelitian ini mengambil judul “Pembaruan Hukum Keluarga DalamAspekPoligami dan Waris Beda Agama di Indonesia dalam Perspektif Epistemologi Egaliter Asma Barlas” Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mengkaji pro- kontra dan memberikan kritik terhadap pasal-pasal yang berkaitan denganPoligami dan Waris beda Agama dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Melalui lensaepistemologi egaliter Asma Barlas, penelitian ini menyoroti adanya bias gender dan diskriminasi dalam beberapa aturan hukum keluarga Islamyangada. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian pemikiran tokoh dengan menggunakanpendekatan yuridis, filosofis, dan sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa hukum keluarga Islam di Indonesia mengalami pro-kontra karenaperbedaan dalam cara memahami nash serta adanya nilai-nilai berbeda denganzaman dahulu sehingga perlu mengalami pembaruan karena beberapaperaturannya tidak lagi relevan dengan tuntutan zaman modern. Pembaruanyangdiusulkan dari epistemologi egaliter Asma Barlas berfokus pada penerapanprinsip-prinsip egaliter dalam penafsiran ajaran Islam, yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam bidang hukum keluarga Islamdi Indonesia, demikian penelitian ini menawarkan padangan dan solusi untuk menciptakanhukum keluarga yang lebih adil dan setaraen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPoligamien_US
dc.subjectWaris Beda Agamaen_US
dc.subjectReformasi Hukumen_US
dc.subjectHukum Keluarga Islamen_US
dc.titlePembaruan Hukum Keluarga dalam Aspek Poligami dan Waris Beda Agama di Indonesia Dalam Perspektif Epistemologi Egaliter Asma Barlasen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22913010


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record