Show simple item record

dc.contributor.authorSuhenda, Nadiyah Ramadhani
dc.date.accessioned2024-10-22T02:18:06Z
dc.date.available2024-10-22T02:18:06Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52824
dc.description.abstractLatar belakang : Pasien lansia lebih berisiko terkena obat-obatan yang berpotensi tidak sesuai atau disebut juga dengan Potentially Inapptopriate Medications (PIM). Untuk mengurangi risiko geriatri mengalami kesalahan pengobatan, instrumen yang dapat digunakan untuk mengevaluasi peresepan obat untuk populasi lansia yaitu kriteria Beers 2023. Tujuan : untuk mengetahui profil pasien, profil obat, dan profil PIMs pada penggunaan obat sistem saraf pusat pada pasien geriatri di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Sardjito tahun 2019-2023 berdasarkan kriteria Beers 2023. Metode : Observasional analitik bersifat deskriptif, data dari rekam medis pasien dengan pengolahan menggunakan Microsoft Excel. Hasil : Pada penelitian menunjukkan paling banyak berusia 60-74 tahun, jenis kelamin laki-laki dan lama rawat inap ≥7 hari. Jumlah terbanyak penggunaan obat sistem saraf pusat masuk kriteria Beers 2023 yaitu haloperidol (22,7%), diazepam (14,9%) dan triheksifenidil (13,5%). Serta kejadian PIMs yang terjadi pada kriteria 2 (33%) haloperidol, kriteria 3 (6%) antipsikotik dengan demensia, dan kriteria 4 (33%) antipsikotik, SSRI (17%), dan TCA (6%). Kesimpulan : Penggunaan obat sistem saraf pusat berpotensi risiko stroke dan hiponatremia dengan ditandainya perpanjangan P-LCR dan peningkatan kadar natrium pasien.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGeriatrien_US
dc.subjectKriteria Beers 2023en_US
dc.subjectSistem Saraf Pusaten_US
dc.subjectPIMsen_US
dc.titleEvaluasi Penggunaan Obat Sistem Saraf Pusat Pada Pasien Geriatri di Unit Rawat Inap RS Sardjito Berdasarkan Kriteria Beers 2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20613117


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record