| dc.description.abstract | Jumlah generasi Z yang mengidentifikasi dirinya sebagai job-hopper tahun 2023 mencapai 83%. Hal ini
menyebabkan peningkatan jumlah pergantian karyawan yang berdampak pada penurunan
produktivitas dan peningkatan biaya perekrutan. Tujuan penelitian adalah melihat peran Kesesuaian
Orang dengan Organisasi, Keseimbangan Kehidupan-Kerja, dan Kepuasan Kerja dalam memprediksi
intensi job-hopping pada generasi Z di perusahaan startup dengan masa kerja maksimal dua tahun.
Alat ukur yang digunakan adalah Job-Hopping Intention Scale (JHIS) oleh Yuen (2016), PO-Fit Scale
yang dikembangkan oleh Cable dan DeRue (2002). Work-Life Balance Questionnaire oleh Fisher
(2009), dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) short version oleh Weiss et.al., (1967) dan
disebarkan menggunakan platform google formulir. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi
ganda menggunakan bantuan aplikasi JAMOVI. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara
bersama-sama keseimbangan kehidupan-kerja, kesesuaian orang dengan organisasi, dan kepuasan
kerja mampu memprediksi intensi job-hopping pada generasi Z. Lalu secara spesifik, keseimbangan
kehidupan-kerja dan kepuasan kerja mampu berkontribusi dalam memprediksi intensi job-hopping,
dengan kepuasan kerja memberikan kemampuan prediksi paling besar terhadap intensi job-hopping
pada Generasi Z. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan dalam mempertahankan
talenta muda, khususnya generasi Z. Perusahaan disarankan untuk memprioritaskan program-
program yang dapat meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja karyawan.
Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat menggali faktor-faktor lain yang berkontribusi pada intensi job-
hopping di berbagai sektor industri. | en_US |