Peran Kepemimpinan Transformasional Sebagai Moderator antara Openness to Experience dan Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan Perusahaan Startup
Abstract
Perilaku kerja inovatif memiliki peran penting dalam membantu organisasi mencapai
keunggulan kompetitif dan menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang. Hal ini sangat relevan
bagi startup yang sering menghadapi tantangan unik, seperti ketidakpastian pasar dan kebutuhan
untuk terus berinovasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara keterbukaan terhadap
pengalaman dan perilaku kerja inovatif, dengan kepemimpinan transformasional sebagai variabel
moderator. Desain penelitian ini adalah kuantitatif, di mana perilaku inovatif diukur menggunakan
skala dari De Jong dan Den Hartog (2010), keterbukaan terhadap pengalaman diukur menggunakan
skala NEO-FFI dari Costa dan McCrae (1996), dan kepemimpinan transformasional diukur
menggunakan skala MLQ 5X versi singkat dari Avolio dkk. (1999). Subjek penelitian terdiri dari
karyawan startup di Indonesia yang memiliki masa kerja minimal satu tahun. Analisis data dilakukan
menggunakan teknik regresi moderasi dengan bantuan aplikasi JAMOVI versi 2.3.18. Hasil
penelitian terhadap 161 karyawan startup di Indonesia menunjukkan bahwa kepemimpinan
transformasional memoderasi hubungan antara keterbukaan terhadap pengalaman dan perilaku
kerja inovatif secara negatif. Dengan kata lain, keterbukaan terhadap pengalaman memberikan
pengaruh yang lebih kuat terhadap perilaku kerja inovatif ketika kepemimpinan transformasional
berada pada tingkat yang rendah. Artinya, semakin rendah gaya kepemimpinan transformasional,
semakin besar pengaruh keterbukaan terhadap pengalaman terhadap perilaku kerja inovatif
karyawan startup.
Collections
- Master of Psychology [494]
