Perbandingan Kinerja Campuran Aspal Porus Menggunakan Spesifikasi Australia (AAPA) dan California (Caltrans) dengan Serbuk Parutan Limbah Ban Karet
Abstract
Kinerja perkerasan lentur dipengaruhi oleh pemilihan jenis material dan
gradasi. Aspal porus merupakan campuran beraspal panas bergradasi terbuka
dengan persentase agregat halus yang kecil dan persentase agregat kasar yang besar,
sehingga menghasilkan rongga udara yang besar. Rongga udara yang besar ini
diharapkan bisa meloloskan air jika terjadi hujan, sehingga mengurangi genangan
air dipermukaan jalan. Aspal porus adalah campuran aspal yang sedang
dikembangkan untuk konstruksi wearing course. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menganalisis pengaruh penambahan serbuk ban karet terhadap kinerja
campuran Asphalt Porous-Wearing Course.
Pada penelitian ini menggunakan dua standar gradasi aspal porus yaitu
gradasi Australia (AAPA) dan gradasi California (CalTrans). Penelitian ini
memiliki empat tahapan, pertama melakukan pengujian sifat material. Kedua,
menentukan kadar aspal optimum (KAO) pada setiap campuran aspal porus
berdasarkan metode AAPA (2004). Ketiga, melakukan pengujian Marshall, CL,
AFD, IRS, ITS, dan TSR pada kondisi KAO dengan penambahan serbuk ban karet
sebesar 0%, 5%, 6%, dan 7%. Keempat melakukan pembahasan dan Kesimpulan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui seiring penambahan
serbuk ban karet pada campuran dengan gradasi AAPA lebih baik dalam hal
kemampuan menerima beban tanpa mengalami deformasi (stabilitas) dan
kemungkinan campuran dalam menahan beban maksimum untuk mencegah
kegagalan daya tarik (ITS). Sedangkan campuran dengan gradasi Caltrans lebih
baik dalam hal ketahanan terhadap keausan (CL), pencampuran homogen antara
aspal dan agregat (AFD), dan kemampuan menahan terjadinya retakan (TSR).
Penambahan serbuk ban karet tidak mampu memperbaiki kekuatan akibat
perendaman pada suhu ekstrim (IRS) pada campuran kedua spesifikasi gradasi.
Collections
- Civil Engineering [4760]
