• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Failure Mode Effect Analys dan Analitical Hierarchy Process dalam Mengidentifikasi Penyebab Defect Kabinet Side Base (Studi Kasus: Section Repair Wood Working, PT.yamaha Indonesia)

    Thumbnail
    View/Open
    20522324.pdf (5.953Mb)
    Date
    2024
    Author
    Fakhrurozi, Alfan Haikal
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan harus terus meningkatkan kualitas produk dan berinovasi secara berkelanjutan di berbagai aspek. Kualitas yang baik menjadi faktor kunci dalam memenangkan hati pelanggan serta mempertahankan kepercayaan mereka. PT. Yamaha Indonesia, sebagai salah satu perusahaan manufaktur alat musik piano, berkomitmen untuk menjaga kualitas dan kestabilan produksi dengan menerapkan prinsip kaizen sebagai bagian dari program Yamaha Productivity Management (YPM). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat (defect) yang paling dominan serta akar penyebabnya, dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi temuan cacat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang dikombinasikan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), menghasilkan nilai RPN baru, yaitu RPN-AHP. Data yang digunakan berasal dari kelompok kerja Repair Wood Working selama periode Januari hingga Mei 2024. Defect yang paling dominan di kelompok kerja Repair Wood Working adalah backer yang tidak rata dan pinhole pada kabinet Side Base. Berdasarkan hasil perhitungan FMEA-AHP, tiga nilai RPN-AHP tertinggi terkait dua permasalahan tersebut adalah sisa backer terlihat di permukaan, takaran lem backer yang tidak sesuai, dan penggantian mata pisau yang terlewat. Untuk masalah pinhole, temuan utama adalah belum adanya check sheet, lolosnya penyortiran material, dan tidak adanya kesepakatan terkait toleransi pinhole. Sebagai rekomendasi perbaikan, peneliti mengaplikasikan metode Plan Do Check Action (PDCA) serta Poka Yoke untuk mengurangi defect secara keseluruhan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52654
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV