| dc.description.abstract | Manajemen aset adalah suatu ilmu untuk pengelolaan kekayaan yang terdiri dari proses
perencanaan kebutuhan aset, menambah atau menghilangkan, hingga mengalihkan aset
secara efektif dan efisien. Proses manajemen aset yang tepat, dapat membuat aset yang
dimiliki perusahaan lebih optimal. Hingga saat ini, hanya sedikit perusahaan yang telah
menerapkan sistem manajemen aset ISO 55001. PT Pembangkitan Jawa Bali Services
merupakan anak perusahaan dari PT PLN Nusantara Power yang didirikan pada tanggal 30
Maret 2001 yang sudah menerapkan sistem manajemen aset ISO 55001. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor kunci keberhasilan asset management implementation
pada PT Pembangkitan Jawa Bali Services dengan EAF dan EFOR perusahaan sebagai
parameternya. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT.
Pembangkitan Jawa-Bali Services pada divisi O&M, keuangan, enjineering,
penunjang/rendal proyek dan unit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
Structural Equation Model dengan pendekatan Partial Least Square. Hasil dari penelitian
ini menunjukan bahwa hipotesis yang diterima adalah H1, H2, H3, H5, dan H6 karena
memiliki nilai t-statistik > 1,96 dan p-values < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel
Technical Standards & Legislation, Resource Management, Configuration Management,
Asset Creation & Acquisition, dan Asset Decommissioning & Disposal terbukti berpengaruh
signifikan terhadap keberhasilan implementasi manajemen aset di PT Pembangkitan Jawa
Bali Services. | en_US |