Show simple item record

dc.contributor.authorSaputra, Muhammad Fakhri Rayhan
dc.date.accessioned2024-10-18T06:21:05Z
dc.date.available2024-10-18T06:21:05Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52639
dc.description.abstractUKM Batik Sidomukti merupakan usaha yang bergerak di bidang tekstil dengan memproduksi kain batik. Produk-produk yang dihasilkan berupa kain batik tulis dengan berbagai variasi motif yang digunakan sesuai dengan keinginan konsumen. Tidak dapat menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat satu kain batik adalah salah satu masalah yang sering terjadi selama observasi dan wawancara. Menurut observasi awal, ini karena pengrajin batik harus melakukan tugas yang tidak dapat ditinggalkan. Ini termasuk menjemput anak sekolah, memasak untuk kebutuhan rumah, dan menghadiri acara di desa. Proses pewarnaan tidak dapat dilakukan hanya dengan satu kain, jadi anda harus menunggu hingga mendapatkan jumlah kain yang diinginkan. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, UKM Batik Tulis Sidomukti harus memperbaiki sistem produksinya, tentunya UKM Batik Sidomukti perlu meningkatkan kinerja di lini produksi agar proses produksi berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang menyebabkan adanya waste serta mengurangi waste tersebut dengan konsep lean manufactring. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu value stream mapping (VSM), dan plan-do-check-action (PDCA), diagram fishbone. Process activity mapping (PAM) menjadi tools terpilih yang kemudian akan dilakukan identifikasi terhadap aktivitas-aktivitas yang tergolong dalam value added (VA), non value added (NVA), dan necessary non value added (NNVA). Jenis waste yang dominan yaitu waste waiting dan waste unnecessary Inventory. Dari hasil pengolahan metode diatas diberikan usulan berupa membuat rencana tindakan untuk memperbaiki prosedur kerja kain dengan membuat standar prosedur operasional (SOP) tentang pelaksanaan proses klowong. SOP dapat digunakan sebagai pedoman bagi pekerja dan memberikan kejelasan tentang bagaimana melakukan proses klowong, Selanjutnya, faktor metode Unnecessary Inventory adalah bahwa pemilik tidak mengetahui cara mempromosikan produk dan membuat akun melalui e- commerce, rencana perbaikan yang disarankan adalah pemilik mengikuti pelatihan tentang bagaimana memasarkan produk di e-commerce dan menarik perhatian pelanggan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu dapat mengurangi cycle time dari 295367,64 detik menjadi 294356,14 detik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLean Manufacturingen_US
dc.subjectValue Stream Mappingen_US
dc.subjectPlan-Do-Check-Action (PDCA)en_US
dc.titlePenerapan Lean Manufacturing Guna Mengurangi Cycle Time Pada Proses Batik Tulis Motif Truntumen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522112


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record