Pengaruh Variasi Fluks Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Pada Hasil Sambungan Las Mig Baja AISI 1018
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh variasi fluks pada sambungan las MIG terhadap sifat fisik dan mekanik.
Penelitian ini menggunakan baja AISI 1018 yang mengandung unsur 0,01736% C,
0,6954% Mn, 98,27%, dan 0,0137 Cu. Pengelasan menggunakan las Metal Inert
Gas (MIG) dengan gas pelindung campuran (CO2 50% dan Argon 50%).
Pengelasan dilakukan menggunakan metode semiauto dimana pengelasan
dilakukan diatas bed mesin bubut dengan menggunakan jig yang bergerak
sedangkan spesimen dan busur terkunci pada jig penyangga. Terdapat 4 spesimen
yang akan di las diantarnya adalah raw (tanpa fluks) dan 3 spesimen yang
menggunakan fluks (ZnO, Al2O3, dan SiO2). Pengelasan spesimen fluks dilakukan
dengan melapisi cairan fluks yaitu berupa campuran fluks dan aseton pada logam
sebelum dilakukan pengelasan diarea sambungan. Selanjutnya spesimen akan
dilakukan pengujian dye penetrant, kerataan, komposisi, tarik, bending, impak,
kekerasan, dan korosi. Dari hasil uji kerataan spesimen nilai kerataaan terbaik
didapatkan oleh spesimen Al2O3 sebesar 0,56 mm Terjadi penambahan unsur C
dengan nilai 0,1305% pada spesimen Al2O3 yang merupakan nilai tertinggi
dibandingkan dengan spesimen yang lain. Pada hasil foto mikro semua spesimen
pada daerah las terdapat struktur acicular ferrite dimana struktur ini dapat
menambah ketangguhan material. Dari hasil pengujian tarik nilai tegangan pada
spesimen ZnO memiliki nilai tertinggi sebesar 400,8 Mpa. Sedangkan dari hasil uji
bending didapatkan bahwa spesimen Al2O3 memiliki tegangan tertinggi sebesar
776 Mpa. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen SiO2 memiliki nilai
yang tinggi pada uji impak dan kekerasan sebesar 0,45 J/mm2
dan 198,66 HVN.
Spesimen yang digunakan memiliki ketahanan korosi yang baik.
URI
dspace.uii.ac.idCollections
- Mechanical Engineering [744]
