Analisis Produksi Suara Alat Musik Tiup menggunakan Metode Fast Fourier Transform (FFT) dan Simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD)
Abstract
Alat musik tiup merupakan kelompok alat musik yang memanfaatkan
aliran udara untuk menghasilkan suara. Dua contoh alat musik tiup yang umum
digunakan adalah suling dan rekorder. Penelitian ini menganalisis proses
produksi suara pada alat musik tiup menggunakan simulasi Computational Fluid
Dynamics (CFD) dan Fast Fourier Transform (FFT). Simulasi CFD digunakan
untuk mengamati pola aliran udara dengan variasi laju aliran yang berbeda,
sementara FFT digunakan untuk menganalisis karakteristik spektral suara yang
dihasilkan, seperti distribusi frekuensi dan amplitudo. Hasil simulasi CFD
menunjukkan bahwa perubahan laju aliran udara dalam alat musik tiup
memengaruhi frekuensi suara yang dihasilkan. Pada alat musik seruling, pada
tangga nada Do, kecepatan aliran maksimum sebesar 2,06 m/s dengan kecepatan
udara masuk 2 m/s menghasilkan frekuensi sebesar 984,33 Hz dengan amplitudo
0,0017. Pada tangga nada Mi, kecepatan aliran 2,06 m/s menghasilkan frekuensi
1221,68 Hz dan amplitudo 0,0499. Pada tangga nada Sol, frekuensi yang
dihasilkan sebesar 2492,76 Hz dengan amplitudo 0,0492 pada kecepatan aliran
2,06 m/s. Pada alat musik rekorder, frekuensi yang dihasilkan lebih tinggi
dibandingkan suling karena perbedaan bentuk geometri dan material. Pada tangga
nada Do, kecepatan aliran 2.01 m/s dengan kecepatan udara masuk 2 m/s
menghasilkan frekuensi 2401.59 Hz dan amplitudo 0.0576. Pada tangga nada Mi,
kecepatan aliran 1.93 m/s menghasilkan frekuensi 3979.26 Hz dengan amplitudo
0.0412. Pada tangga nada Sol, kecepatan aliran 1.95 m/s menghasilkan frekuensi
2623.15 Hz dan amplitudo 0.0439. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa
material rekorder yang terbuat dari Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS)
menghasilkan frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan suling yang terbuat dari
kayu. Hal ini dikarenakan ABS lebih keras dan kaku, memungkinkan getaran
udara bergerak lebih cepat dan efisien. Sifat kayu yang alami dan berpori
cenderung menyerap energi getaran, sementara ABS yang padat lebih efektif
memantulkan getaran udara di dalam alat musik. Selain itu, bentuk geometri
instrumen juga memengaruhi suara yang dihasilkan.
Kata kunci: Suling, Rekorder, CFD, FFT, Frekuensi.
Collections
- Mechanical Engineering [758]
