• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Resort pada Kawasan Rawan Bencana Banjir dengan Pendekatan Resiliensi Struktur Arsitektur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengaha

    Thumbnail
    View/Open
    16512113.pdf (77.00Mb)
    Date
    2022
    Author
    Amirul Mukminin, Mochamad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih kurang 17.000 pulau yang di huni 270 juta jiwa,hal ini menunjukan jumlah yang cukup besar Indonesia memasuki urutan ke empat sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia. Indonesia menjadi daya tarik dunia internasional karena keindahan alamnya dan budayanya. Potensi wisata yang cukup menarik salah satunya adalah konservasi orang utan atau lebih dikenal dengan Tanjong Puting. Tanjong putting tererletak di Kaliamntan Tengah dan satu satunya jalan aksesnya adalah dari pangkalan bun. perkemabangan pengunjung pariwisata Pangkalan Bun dari tahun ketahuan, kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara dari tahun 2011-2017, pada tahun 2011 jumlah wisatawan Mancanegara 5.444 orang dan pada 2017 mengalami peningkatan pesat menjadi 14.933 orang. Sedangkan untuk wisatawan domestik pada tahun 2011 3.102 orang dan pada 2017 mengalami peningkatan hinga 9.760 orang. Akan tetapi peningkatan jumlah pengunjung dari tahun 2011-2018 tidak diimbangi dengan perkembangan jumlah hotel. Menurut data dari dinas pariwisata jumlah hotel pada tahun 2018 penyediaan fasilitas jasa akomondasi di Kotawaringin Barat antara lain hotel bintang 3 (*** ) sebanyak 1 buah, hotel bintang 2 (**) sebanyak 1 buah, hotel bintang 1 (*) sebanyak 1 buah . Sedangkan untuk hotel melati sebanyak 35 buah. Dengan demikian, penigkatan 3x kali lipat jumlah pengunjung yang tidak diikuti dengan perkembangan dan peningkatan jumlah akomondasi hotel. Kendati demikian kegiatan pariwisata adalah kegiatan ekonomi yang sangat sensitive terhadap ketersedian akomndasi terutama penginapan, dengan kekurangan akomondasi dapat menyebabkan penurunan bagi wisataawan. Hal yang menjadi permasalahaan lainya adalah kejadian bencana alam. Adapun bencana yang tercatat oleh Badan Pusat tatistika adalah tanah longsor, banjir,air pasang,kebakaran hutan dan angin putting beliung. Untuk merespon permasalahan tersebut maka dapat memanfaatan elemen air dan kontur tanah dalam perancangan. Sistem resiliensi struktur merupakan upaya dalam menagani isu permasalahaan bencana banjir pada kawasan tersebut. Selain itu untuk merespon bencana banjir pada kawasan tersebut yaitu dengan menggunakan pendekatan struktur apung, panggung dan amphibi dengan pendekatan yang menitik beratkan bagaimana merespon iklim dan lingkungan pada tapak dengan pendekatan tersebut diharapkan menciptakan kenyamanan dan keamanan bangunan bagi pengunjung.
    URI
    dspace.uii.ac.id
    Collections
    • Architecture [4119]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV