Show simple item record

dc.contributor.authorAhsan Rizqi, Rizal
dc.date.accessioned2024-10-17T03:10:33Z
dc.date.available2024-10-17T03:10:33Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id
dc.description.abstractCovid-19 di Indonesia pertama di laporkan pada tanggal 2 Maret 2020 sebanyak 2 kasus positif. Penyebaran Covid-19 di Indonesia berlangsung cepat dan pada saat ini semakin meningkat. Pada Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), jumlah kasus terkonfirmasi juga terus meningkat. Sehingga pemerintah mengambil Langkah pembatasan kegiatan di tempat umum. Meskipun demikian, terdapat pengecualian untuk pembatasan tempat atau fasilitas umum yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk seperti supermarket, minimarket, tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis, barang kebutuhan pokok, serta pasar. Untuk mengetahui pengetahuan, persepsi, dan respon pedagang pasar Kecamatan Mantrijeron terhadap pandemik Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi. Pedagang sudah mengetahui apa itu Covid-19, cara pencegahan dan cara penularannya. Mereka menganggap Covid-19 merupakan virus yang tidak terlihat namun berbahaya, menakutkan, dan membuat banyak orang meninggal dunia. Oleh sebab itu, mereka menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk mengurangi resiko penularan. Pengetahuan terkait Covid-19 berdampak pada persepsi dan respon para pedagang dalam menghadapi pandemi Covid-19.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCovid-19, Pengetahuan, Persepsien_US
dc.titlePengetahuan, Persepsi, dan Respon Pedagang Pasar Kecamatan Mantrijeron terhadap Pandemik Covid-19en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17711033


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record