| dc.description.abstract | Covid-19 di Indonesia pertama di laporkan pada tanggal 2 Maret
2020 sebanyak 2 kasus positif. Penyebaran Covid-19 di Indonesia berlangsung
cepat dan pada saat ini semakin meningkat. Pada Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY), jumlah kasus terkonfirmasi juga terus meningkat. Sehingga
pemerintah mengambil Langkah pembatasan kegiatan di tempat umum. Meskipun
demikian, terdapat pengecualian untuk pembatasan tempat atau fasilitas umum
yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk seperti
supermarket, minimarket, tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis,
barang kebutuhan pokok, serta pasar.
Untuk mengetahui pengetahuan, persepsi, dan respon
pedagang pasar Kecamatan Mantrijeron terhadap pandemik Covid-19.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode yang
digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh dari wawancara mendalam
dan observasi.
Pedagang sudah mengetahui apa itu Covid-19, cara pencegahan dan cara
penularannya. Mereka menganggap Covid-19 merupakan virus yang tidak terlihat
namun berbahaya, menakutkan, dan membuat banyak orang meninggal dunia.
Oleh sebab itu, mereka menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan
menjaga jarak) untuk mengurangi resiko penularan.
Pengetahuan terkait Covid-19 berdampak pada persepsi dan respon
para pedagang dalam menghadapi pandemi Covid-19. | en_US |