Show simple item record

dc.contributor.authorMokodompit, Rifana Safira
dc.contributor.authorErdina, Rianti Faizah
dc.date.accessioned2024-10-17T02:55:22Z
dc.date.available2024-10-17T02:55:22Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52560
dc.description.abstractPendirian pabrik Polypropylene (C3H6)n berbahan baku Propylene (C3H6) akan didirikan di Kabupaten Serang, Banten. Pabrik ini berdiri dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, sarana transportasi yang memadai, tenaga kerja, perizinan dan kondisi sosial masyarakat sekitar. Pabrik ini direncanakan dapat memproduksi bijih plastik Polypropylene sebanyak 312.000 ton/tahun dengan waktu operasi selama 24 jam/hari serta 330 hari/tahun. Banyaknya bahan baku yang digunakan adalah Propylene sebanyak 39103,95 kg/jam. Penyediaan kebutuhan utilitas pabrik ini berupa unit penyedia dan pengolahan air, unit pembangkit steam, unit pembangkit listrik, unit penyedia udara tekan, unit penyedia bahan bakar dan unit pengolahan limbah. Jumlah karyawan sebanyak 119 orang dengan bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi jenis line dan staff. Berdasarkan analisa kelayakan ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan Percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak 63,21% dan setelah pajak 49,30%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1,37 tahun dan setelah pajak 1,69 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 40,41% serta Shut Down Point (SDP) sebesar 29,13%. Discounted Cash Flow Rate (DCFR) terhitung sebesar 8,59%. Dari data analisa kelayakan tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik ini memiliki keuntungan dan layak untuk dikaji lebih lanjut.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPolypropyleneen_US
dc.subjectPropyleneen_US
dc.subjectEvaluasi Ekonomien_US
dc.titlePra-rancangan Pabrik Polypropylene dari Propylene Dengan Kapasitas 312.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521095
dc.Identifier.NIM20521091


Files in this item

Thumbnail
This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record