Hubungan Status Sosiodemografi dan Jenis Disabilitas dengan Tingkat Kecemasan pada Penyandang Disabilitas di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Yogyakarta
Abstract
Penyandang disabilitas memiliki permasalah yang kompleks
dikarenakan keterbatasan, stigma, pembatasan serta penghilangan hak, dan
faktor lainnya yang menyebabkan penyandang disabilitas berada dalam kondisi
rawan psikologis. Kami meneliti untuk mencari hubungan faktor sosiodemografi
dan jenis disabilitas dengan tingkat kecemasan pada penyandang disabilitas.
Untuk mencari hubungan antara faktor sosiodemografi dan
jenis disabilitas dengan tingkat kecemasan pada penyandang disabilitas di Balai
Rehabilitas Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Yogyakarta.
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan 58 data
kuesioner penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang
Disabilitas (BRTPD) Yogyakarta pada bulan November 2021, dengan kriteria
inklusi: Semua peserta didik BRTPD yang mengalami disabilitas fisik dan/atau
sensorik baik tunggal ataupun ganda yang berada pada rentang usia 17-65 tahun.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan, serta jenis disabilitas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat
kecemasan. Penelitian ini menggunakan uji Chi-square untuk mencari hubungan
antara variabel bebas dan variabel terikat.
Pada uji Chi-square didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan
antara jenis kelamin (p 0.184), pendidikan (p 0.474), dan jenis disabilitas (p 0.349)
dengan tingkat kecemasan pada penyandang disabilitas, tetapi didapatkan hasil
signifikan antara usia dan pekerjaan dengan tingkat kecemasan (p 0.028; 0.037).
Jenis disabilitas tidak berhubungan dengan tingkat kecemasan
penyandang disabilitas, tetapi status sosiodemografi seperti usia penyandang
disabilitas dibawah 27 tahun, penyandang disabilitas yang bekerja memiliki
hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan peyandang disabilitas.
URI
dspace.uii.ac.idCollections
- Medical Education [2922]
