Perubahan Komposisi Senyawa Utama dalam Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon Nardus) Oleh Pengaruh Kondisi Bahan dan Teknik Destilasi
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang perubahan komposisi senyawa utama dalam
minyak atsiri serai wangi oleh pengeruh kondisi bahan dan teknik destilasi. Tujuan
penelitian ingin membandingkan karakterisasi minyak atsiri serai wangi segar dan
layu yang memenuhi SNI 06-3953-1995, mengetahui senyawa utama minyak atsiri
serai wangi yang mendekati SNI 06-3953-1995 menggunakan Gas
Chromatography - Mass Spectrometry (GC – MS), dan membandingkan metode
destilasi minyak atsiri. Hasil minyak atsiri serai wangi pada kondisi segar baik
poses destilasi air, destilasi uap-air dan destilasi uap sama-sama menghasilkan
warna kuning pucat, bau khas serai wangi, berat jenis 0,824 g/mL;0,926
g/mL;0,888 g/mL, indeks bias 1,4606 nD;1,4622 nD;1,4629 nD, putaran optik
+1,77o
;+1,02o
;+0,42o
, dan rendemen 0,383%;0,500%;0,470%. Hasil minyak atsiri
serai wangi pada kondisi layu baik poses destilasi air, destilasi uap-air dan destilasi
uap sama-sama menghasilkan warna kuning pucat, bau khas serai wangi, berat jenis
0,889 g/mL;0,928 g/mL;0,891 g/mL, indeks bias 1,4638 nD;1,4643 nD;1,4639 nD,
putaran optik +2,55o
;+0,35o
;+0,42o
, dan rendemen 1,022%;1,113%;0,980%.
Dilakukan analisis gas chromatography (GC) pada setiap sampel memiliki senyawa
utama dari serai wangi dengan area (%) berbeda-beda. Dari hasil karakterisasi
diperoleh serai wangi layu dengan metode destilasi uap-air memiliki hasil
karakterisasi yang terbaik, maka dilakukan analisis komposisi kimia. Hasil analisis
komposisi kimia diperoleh tiga senyawa utama dengan area (%) berbeda-beda
diantaranya sitronelal dengan area (%) 78,23%, sitronelol dengan area (%) 5,22%,
dan geraniol dengan area (%) 11,85%.
Collections
- Chemistry [753]
