Analisis Kelayakan Finansial Peternakan Bebek Petelur di Padukuhan Ngebo
Abstract
Salah satu dari lima sub sektor pertanian adalah peternakan. Menurut peraturan
pemerintah No. 6 tahun 2013, peternakan merupakan kegiatan usaha budidaya ternak
untuk dapat menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri. Hewan unggas dan
ruminansia merupakan salah satu hewan yang banyak diternak oleh masyarakat. Bebek
merupakan salah satu hewan unggas yang umum ditemui. Peternakan bebek/itik
merupakan usaha peternakan unggas yang semakin diminati oleh masyarakat Indonesia.
Selain dapat diambil telurnya, bebek dapat diolah menjadi berbagai produk olahandaging.
Dea Rakasiwi merupakan seorang peternak bebek petelur yang masih tergolong baru.
Pada tahun 2023 peternak tersebut membangun sebuah peternakan bebek petelur di
Padukuhan Ngebo dengan menyewa tanah. Apabila nantinya peternakan ini layak maka
peternak tersebut akan memperpanjang masa sewa tanah apabila telah habis masa
sewanya. Untuk mengetahui apakah investasi usaha peternakan bebek petelur layak atau
tidak, dilakukan pengujian aspek kelayakan finansial selama 2 tahun. Aspek kelayakan
finansial meliputi metode payback period, net present value, profitability index, break
even point, analisis sensitivitas, dan internal rate of return. Hasilnya didapatkan NPV
sebesar Rp Rp 14.714.428, IRR 1,5%>0,83%, profitability Index 1,08>1, dan periode
pengembalian 2 tahun sehingga peternakan ini dapat dikatakan layak. Pada analisis
sensitivitas produktivitas telur berkurang 10% pada periode forecast, biaya pakan perkilo
bertambah 8% pada periode forecast, harga telur berkurang 10% pada periode forecast,
usaha ini masih dapat dikatakan layak. Namun apabila terjadi penurunan bebek sejumlah
10% ataupun 5% pada setiap periode forecast maka peternakan ini dapat dikatakan tidak
layak.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
