Analisis Pengandalian Kualitas dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) Dan Problem Identification and Corrective Action (PICA) Pada Bagian Spray Flowcoater (Studi Kasus: Departemen Painting, PT. Yamaha Indonesia)
Abstract
Proses rework merupakan proses yang tidak memberikan nilai tambah dalam sebuah produk.
Penyebab dari rework adalah defect atau barang cacat yang dapat diperbaiki. Saat ini produksi
piano di PT. Yamaha Indonesia sedang mengalami penurunan, untuk memaksimalkan sebuah
keuntungan, salah satu hal yang harus dilakukan yaitu penurunan rework atau defect. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengurangi temuan defect yang terjadi pada saat proses spray di
bagian flowcoater. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Failure Mode
and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui potensi kegagalan ynag harus diprioritaskan
dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan tingkat kepentingan kriteria dari
FMEA sehingga muncul RPN baru yaitu RPN FMEA-AHP. Hasil penelitian ini yaitu didapat
defect yang paling dominan pada bagian Spray Flowcoater yaitu Kotor, kemudian terdapat tiga
nilai RPN FMEA-AHP tertinggi anatara lain tindakan pencegahan NG kotor tidak konsisten,
viscosity cat naik, dan debu & kotoran di area spray flowcoater. Dalam memberikan usulan
perbaikan, penulis menerapkan metode Problem Identification and Corrective Action (PICA)
dan Poka Yoke untuk meminimalisir defect secara keseluruhan.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
