| dc.description.abstract | Latar belakang : Tahap awal penemuan obat baru seperti uji in silico memiliki
kelebihan seperti lebih ekonomis, efisien waktu dan mudah dalam pelaksanaannya.
Pengobatan untuk antidiabetes yang telah digunakan secara empiris salah satunya
adalah tanaman Melia azedarach. Salah satu reseptor yang dijadikan target untuk
antidiabetes adalah DPP-4 karena terlibat dalam degradasi GLP-1 dan GIP.
Tujuan : Untuk mempelajari aktivitas masing-masing senyawa aktif pada ekstrak
buah mindi terhadap reseptor DPP-4 untuk antidiabetes menggunakan uji in silico
Metode : Struktur protein diunduh pada situs https://www.rscb.org/. Ligan uji
digambarkan menggunakan Chemdraw Ultra 8.0, sedangkan ligan pembanding
diunduh pada https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. Penambatan menggunakan
software Pyrx, analisis hasil penambatan yang diamati adalah binding affinity dan
RMSD, analisis visual hasil penambatan menggunakan Discovery Studio. Evaluasi
kemiripan ligan menjadi obat dilakukan menggunakan aturan Lipinski. Analisis
ADMET menggunakan website ADMETlab3.
Hasil : Reseptor 3f8s teruji valid untuk digunakan dengan nilai RMSD 1,589 Å.
Dari 30 senyawa yang diuji terdapat 29 senyawa yang memenuhi aturan Lipinski,
Berdasarkan analisis ADMET, asam elaidat dengan binding affinity -56 kkal/mol
memiliki hasil uji toksisitas yang baik, tetapi profil distribusi dan metabolismenya
buruk. Asam sitrat dengan binding affinity -5,7 kkal/mol memiliki nilai Caco2 dan
nilai toksisitas DILI yang tidak memenuhi syarat.
Kesimpulan : Terdapat 29 senyawa yang memenuhi aturan Lipinski dan memiliki
interaksi yang baik sehingga dapat berpotensi menjadi antidiabetes pada reseptor
DPP-4. Senyawa asam elaidat memiliki nilai uji toksisitas yang paling baik. | en_US |