Perancangan Markerless Augmented Reality (AR) Sebagai Experiential Marketing Dalam Penjualan Piano (Studi Kasus Pt. Yamaha Indonesia)
Abstract
Menurut Annual Report Yamaha Music 2020, Pendapatan Penjualan dari Produk Yamaha
Music menurun setiap tahunnya. Prediksi pendapatan penjualan pada tahun 2021 pun
diduga mengalami penurunan sebesar 14,3% atau sejumlah 59,2 Miliar Yen . Piano
Akustik sendiri menyumbang 53 Miliar Yen dalam Pendapatan Penjualan di Tahun 2020.
Pandemi telah menjadi katalis bagi pengguna digital yang ada untuk mengadopsi layanan
online baru dan meningkatkan frekuensi penggunaan dan pengeluaran mereka dalam
layanan ini. Penggunaan website sendiri dirasa masih belum cukup untuk mewadahi
pengalaman user dalam mengenal dan membuat user membeli produk. Augmented
Reality (AR) menghadirkan pemasaran yang menjanjikan serta berpeluang karena dapat
menghadirkan pengalaman yang melibatkan pelanggan serta lingkungan sekitar untuk
mencoba produk secara virtual. Dalam hal ini, Experiential Marketing dapat membantu
user merasakan secara langsung pengalaman dalam hal sense, feel, think, act, and relate
secara langsung melalui perantara virtual. Proses pengembangan dalam merancang
Augmented Reality (AR) ini memakai metode Multimedia Development Life Cycle
(MDLC) yang terdiri dari enam tahap, yaitu concept, design, material collecting,
assembly, testing, dan distribution. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pembuatan
prototype aplikasi Markerless Augmented Reality (AR), hasil uji validasi aplikasi
menggunakan Blackbox Testing serta kesesuaian dengan aspek Experiential Marketing.
URI
dspace.uii.ac.idCollections
- Industrial Engineering [2835]
