Desain Sistem Pencahayaan Ruang Operasi untuk meningkatkan Kenyamanan dengan Pendekatan Ergonomi Mikro
Abstract
Modular Operating Theater (MOT) merupakan komponen penting dalam rumah sakit yang
berperan dalam kelancaran prosedur operasi dan perawatan pasien. Pencahayaan dalam ruang
operasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga medis dan keselamatan pasien.
Observasi di sebuah rumah sakit besar di Daerah Yogyakarta, diketahui bahwa intensitas
cahaya yang ada tidak sesuai dengan standar yang diatur dalam PERMENKES No. 2 Tahun
2023. Intensitas cahaya yang terukur lebih dari 500 lux, dengan luas ruangan 7,6 x 5,4 meter
dan jumlah lampu sebanyak 13 buah. Hasil wawancara mengungkapkan permasalahan terkait
pencahayaan yang digunakan saat ini, yang menyebabkan mata cepat lelah, penglihatan buram,
dan sakit kepala. Hal ini menunjukkan bahwa ada kekurangan dalam penerapan standar
pencahayaan yang ditetapkan, terutama karena belum adanya spesifikasi yang jelas mengenai
"Pencahayaan Sejuk". Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan Design of
Experiment Taguchi, Uji Friedman, dan Uji Marginal Homogeneity. Metode Taguchi untuk
menentukan kombinasi terbaik dari intensitas cahaya, warna dinding, dan warna lantai guna
mencapai pencahayaan sejuk yang optimal. Uji Friedman mengevaluasi pengaruh signifikan
dari variabel-variabel tersebut, sementara Uji Marginal Homogeneity menilai kesesuaian
indikator terhadap Voice of Customer (VOC). Penelitian ini bertujuan merancang konsep
pencahayaan sejuk yang ergonomis di ruang operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pencahayaan dengan intensitas 500 lux, dinding hijau (R:0, G:125, B:230), dan lantai biru muda
(R:173, G:216, B:230) memberikan hasil terbaik dengan SNR -0,33 dan persepsi sejuk sebesar
22,85%. Selain itu, diketahui bahwa spesifikasi desain pencahayaan sejuk yang diusulkan telah
sesuai dengan kebutuhan pengguna yang meliputi tidak mudah mengakibatkan mata merah atau
lelah, mata buram, dan sakit kepala.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
