| dc.description.abstract | Pertumbuhan kesadaran konsumen terhadap kehalalan produk telah mendorong pemilik Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikasi halal. Tidak hanya
pemilik UMKM, pemerintah juga mulai mengantisipasi kejadian tersebut dengan memperbarui
serta memperketat peraturan tentang sertifikasi halal untuk memastikan bahwa produk-produk
yang dikonsumsi oleh masyarakat memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan oleh agama dan
kebijakan pemerintah. Namun, usaha kecil dan menengah (UMKM) sering mengalami
kesulitan dalam memahami dan mematuhi peraturan tersebut, sementara masih dihadapkan
pada tantangan dalam memperoleh dan mempertahankan sertifikasi halal. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi strategi-strategi efektif dalam penerapan
sertifikasi halal di kalangan UMKM, dengan memperhatikan juga dampak peraturan
pemerintah yang berkaitan. Data pada penelitian ini adalah data hasil kuesioner yang berisi
pertanyaan mengenai demografi UMKM dan yang menjalankannya serta kesiapan UMKM di
D.I. Yogyakarta dalam mempersiapkan sertifikasi halal pada usahanya. Metode yang digunakan
pada penelitian ini adalah clustering terbobot dengan pembobotan data menggunakan metode
Analytical Hierarchy Process (AHP) dan pengelompokannya menggunakan Clustering
Analysis algoritma K-Means. | en_US |