| dc.description.abstract | Bioskop, sebagai salah satu sarana hiburan yang populer di kota-kota besar seperti
Yogyakarta, seringkali menarik banyak pengunjung pada akhir pekan dan hari libur hingga
menyebabkan terjadinya lonjakan kebutuhan lahan parkir yang memadai. Tanpa manajemen parkir
yang efektif, hal ini dapat menimbulkan kemacetan, kesulitan menemukan ruang parkir, dan risiko
kecelakaan. Kemajuan teknologi dan perubahan kebiasaan masyarakat, seperti meningkatnya
jumlah kendaraan listrik, menuntut evaluasi secara berkala terhadap kapasitas dan efisiensi parkir
bioskop. Penelitian ini bertujuan menganalisis and mengevaluasi karakteristik parkir di Empire XXI
Yogyakarta untuk mengidentifikasi masalah dan mengetahui kebutuhan ruang parkir pada masa
yang akan datang. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu pengelola bioskop, pemerintah
daerah, dan praktisi perencanaan kota serta memperkaya literatur ilmiah terkait manajemen parkir
di area hiburan publik.
Penelitian ini dilakukan selama dua hari setiap bulan selama tiga bulan berturut-turut, yaitu
sebelum, selama, dan setelah bulan puasa (Februari, Maret, dan April), di lahan parkir Bioskop
Empire XXI Yogyakarta yang dimulai dari pukul 11:30 WIB hingga 00:00 WIB. Metode penelitian
mencakup survei secara langsung dengan pencatatan luas total lahan pakir dan satuan ruang parkir
untuk data primer serta rekaman plat kendaraan yang keluar masuk lahan parkir sebagai data
sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan volume parkir pada bulan Februari dan
April dibandingkan dengan bulan Maret, dengan puncak akumulasi parkir sepeda motor dan mobil
masing-masing terjadi setelah pukul 14.00 WIB dan 20.00 WIB. Namun durasi parkir sepeda motor
(145-155 menit) dan mobil (75-104 menit) hanya menyebabkan pergantian parkir menjadi 0,38-1,31
unit/hari/ruang dan 2,07-2,65 unit/hari/ruang untuk masing-masing sepeda motor dan mobil.
Kapasitas parkir masih memadai karena indeks parkir kendaraan hanya mencapai 50% dari indeks
parkir maksimal dan luas area parkir eksisting (426 m2 dan 656 m2) lebih besar dari kebutuhan ruang
parkir (200 m2 dan 350 m2). Oleh karena itu, disarankan agar pihak bioskop dapat memanfaatkan
ruang parkir yang tidak terpakai untuk kegiatan yang lebih produktif.. | en_US |