Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Teman Bus Koridor 1 Ngaglik (Public Transport Performance Evaluation Of Teman Bur Corridor 1 Ngaglik Route)
Abstract
Daerah Istimewa Yoyakarta sebagai kota pelajar dan kota wisata memiliki moda transportasi umum berbasis bus yaitu Trans Jogja yang sudah beroperasi sejak tahun 2008. Pada tahun 2020 Kementrian Perhubungan meluncurkan program Teman Bus untuk menjangkau rute yang belum disentuh oleh Trans Jogja. Teman Bus Yogyakarta terdiri atas 3 rute, salah satunya adalah koridor 1 Ngaglik. Berdasarkan pengamatan awal ditemukan beberapa masalah seperti jumlah penumpang yang sedikit, kecepatan bus yang cukup tinggi, dan waktu antara yang terlalu cepat sehingga diperlukan evaluasi pada beberapa indikator kinerja Teman Bus berdasarkan standar Departemen Perhubungan (2002) dan World Bank (1986), serta usulan perbaikan untuk meningkatkan kinerjaoperasional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari survei selama jam operasional Teman Bus kemudian mengevaluasi indikator- indikator kinerja operasional seperti faktor keterisian, waktu antara, waktu sirkulasi, kecepatan perjalan, dan ketersediaan bus kemudian dibandingkan dengan standar pada Departemen Perhubungan (2002) dalam SK.687/AJ.206/DRJD/2002 dan World Bank (1986), serta memberi usulan perbaikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja Teman Bus masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar Departemen Perhubungan (2002) maupun World Bank (1986). Beberapa indikator yang sudah memenuhi standar Departemen Perhubungan (2002) antara lain rata-rata waktu antara sebesar 8,8 menit, dan rata-rata waktu sirkulasi sebesar 99,8 menit. Selain itu terdapat beberapa indikator yang belum memenuhi standar Departemen Perhubungan (2002) maupun World Bank (1986) antara lain rata-rata faktor keterisian sebesar 7,1%, rata-rata kecepatan perjalanan bus sebesar 22,6 km/jam, dan rata-rata ketersediaan bus sebesar 100%. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat masyarakat, kurangnya aktivitas masyarakat akibat kegiatan work from home, dan padatnya kondisi lalu lintas pada beberapa segmen terutama pada sore hari dan hari libur di Jl. kaliurang. Selain itu batas kecepatan bus yang relatif tinggi menyebabkan grafik kecepatan bus meningkat saat memasuki segmen Jl. Kaliurang Km.6 sampai Terminal Pakem dan arah sebaliknya karena kondisi lalu lintas yang kurang padat selain pada sore hari dan hari libur.
URI
dspace.uii.ac.idCollections
- Civil Engineering [4722]
