Perencanaan Ulang Pondasi Tiang Bor dengan Variasi Dimensi Menggunakan Metode RESEE WRUGHT (1977), AOKI VELLOSO (1975) dan PRICE WARDLE (1982) pada Tanah Lempung
Abstract
Gedung Instalasi Bedah Sentral pada RSUD dr. Murjani Sampit dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan kepada masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan kota Sampit. Pembangunan sebuah gedung memerlukan pondasi kokoh yang mampu menompang beban bangunan yang berada di atasnya. Pondasi eksisting gedung menggunakan tiang pancang berdiameter 0,4 m sepanjang 19 m di bawah muka tanah. Peneliti ingin menganalisis pondasi menggunakan tiang bor dengan variasi dimensi sehingga diharapkan menghasilkan desain pondasi yang efektif, aman serta ekonomis. Perhitungan kapasitas dukung pondasi menggunakan diameter 0,3 m, 0,4 m, dan 0,5 m dengan metode Reese&Wright(1977), Aoki&Velloso(1975) dan Price&Wardle(1982). Perhitungan analisis mengetahui perbandingan nilai kapasitas dukung pondasi tiang bor dan tiang pancang eksisting. Hasil kapasitas dukung kelompok tiang (Qg) metode Reese&Wright diameter 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, berturut-turut sebesar 7030,225 kN, 7339,829 kN, 6363,924 kN lebih besar dari nilai P = 2894,162 kN, metode Aoki&Velloso diameter 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, berturut-turut sebesar 2929,261 kN, 2897,228 kN, 3811,172 kN lebih besar dari P, serta metode Price&Wardle diameter 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, berturut-turut sebesar 3026,892 kN, 2971,110 kN dan 2945,906 kN lebih besar dari nilai P. Tiang bor (desain) berdiameter 0,5 m dengan metode Aoki&Velloso(1982) memiliki nilai Qg > P yaitu sebesar 3811,172 kN > 2894,162 kN dan Qg > Pt yaitu sebesar 3811,172 kN > 3353,833 kN sehingga pondasi aman digunakan karena beban mampulditahan oleh kelompoklpondasi tiang.
