Keterikatan Kerja dan Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan
Abstract
Karyawan memiliki peran penting dalam memajukan suatu perusahaan. Inovasi yang diinisiasi oleh karyawan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Penyampaian ide atau gagasan yang berhubungan dengan pekerjaan adalah bentuk perilaku inovatif karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Hal itu secara tidak langsung membuat karyawan memiliki perasaan terikat dengan pekerjaannya. Keterikatan kerja merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh karyawa, sehingga nantinya dapat melakukan inovasi dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris bagaimana keterikatan kerja mempengaruhi tingkat inovasi karyawan. Responden penelitian ini berjumlah 105 orang berusia 18 sampai 40 tahun yang bekerja di perusahaan/organisasi pemerintah maupun swasta. Variabel keterikatan kerja diukur menggunakan skala UWES yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004). Variabel perilaku kerja inovatif diukur menggunakan skala yang dikembangkan oleh Janssen (2000). Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh positif antara keterikatan kerja dengan perilaku kerja inovatif. Data dianalisis dengan metode analisis regresi menggunakan SPSS v26.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara keterikatan kerja dan perilaku kerja inovatif pada karyawan (r = 0.279 dan p = 0.000 <0.05).
URI
dspace.uii.ac.idCollections
- Master of Psychology [494]
