Analisis Beban Kerja Mental Perawat IGD menggunakan Metode Nasa-tlx (Studi Kasus: UPT Puskesmas Kampa)
Abstract
Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tempat yang disediakan untuk kebutuhan
pasien yang dalam kondisi gawat darurat dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk
mendapatkan penanganan darurat yang cepat. Terdapat permasalahan pada perawat yang
bekerja di UPT Puskesmas Kampa yang kewalahan dalam bekerja karena jumlah pasien
yang terus meningkat maka perlu adanya perhitungan beban kerja mental pada perawat
menggunakan metode NASA-TLX, uji korelasi dan, 5 Whys dengan mengumpulkan
datanya melalui wawancara secara langsung, dan observasi dengan tujuan pada penelitian
ini terdapat hasil pengukuran beban kerja mental pada perawat IGD Puskesmas Kampa
dengan metode NASA-TLX yang mendapatkan hasil rata-rata dari 49,33 hingga 70,67
dan hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkan beban kerja mental yang dialami
termasuk tinggi. Berdasarkan uji korelasi pearson bahwa usia dan lama bekerja tidak
mempunyai hubungan yang signifikan dengan beban kerja mental yang dialami oleh
perawat IGD Puskesmas Kampa. Usulan perbaikan perlu adanya tambahan shift dalam
bekerja yang awalnya dari 2 shift dalam 24 jam menjadi 3 shift dalam 24 jam, agar perawat IGD
dapat bekerja dengan maksimal dan bisa memenuhi targetnya dalam bekerja. Usulan usaha
perbaikan yang dapat diberikan yaitu Puskesmas diharapkan meningkatkan kualitas
perawat yang bekerja di IGD dengan memberikan pelatihan dan stress management
sehingga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat gejala-gejala awal stress
serta cara penanganannya.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
