Show simple item record

dc.contributor.authorPutra, Aldi Ramandia
dc.date.accessioned2024-10-07T04:23:24Z
dc.date.available2024-10-07T04:23:24Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52173
dc.description.abstractIndonesia merupakan wilayah yang memiliki potensi kegempaan yang tinggi dikarenakan terletak pada jalur pertemuan lempeng tektonik, yaitu Lempeng Pasifik, Lengpeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Pembangunan gedung bertingkat di wilayah Indonesia sangat memperhatikan aspek stabilitas dan kemampuan struktur dalam menahan gaya lateral untuk menunjang kemampuannya sebagai bangunan tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan gaya geser dasar seismic, simpangan antar Tingkat dan P-Delta antara Struktur SRPMM dan SRPMK. Perancangan elemen struktur mengacu pada SNI 1726-2019; SNI 2847-2019 dan SNI 1727-2020 yang selanjutnya dilakukan simulasi analisis struktur dengan perangkat lunak SAP2000. Desain bangunan perkantoran merupakan desain imajiner yang bersifat simetris dua arah yang mana terletak pada Provinsi Riau, yang mana tergolong dalam awasan dengan kategori desain seismic C. Hasil penelitian mengatakan bahwa bahwa perbandingan gaya geser dasar seismik lateral antara struktur gedung perkantoran SRPMM lebih besar dibanding SRPMK dengan persentase nilai perbandingan rata-rata gaya seismik lateral sebesar 44,97%. Gaya geser dasar statik SRPMM lebih besar dibanding SRPMK sebesar 41,84% pada arah X dan 40,32% pada Y. Gaya geser dasar dinamik SRPMM lebih besar disbanding SRPMK sebesar 40,43% pada arah X dan 39,33% pada arah Y. Perbandingan simpangan antar tingkat pada SRPMM lebih besar disbanding SRPMK sebesar 19,01% pada arah X dan 21,13% pada arah Y. besarnya lateral displacement lantai pada struktur gedung perkantoran SRPMM lebih besar dibanding SRPMK sebesar 16,32% pada arah X dan 18,07% pada arah Y. Perbandingan efek P-delta dapat diketahui dengan melakukan evaluasi perbandingan pada koefisien stabilitas struktur. Nilai koefisien stabilitas pada gedung perkantoran SRPMK lebih besar dibanding SRPMM sebesar 11,18% pada arah X dan 6,61% pada arah Y.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSRPMMen_US
dc.subjectSRPMKen_US
dc.subjectP-Deltaen_US
dc.subjectGaya Geser Dasaren_US
dc.subjectKoefisien stabilitiasen_US
dc.titleAnalisis Perbandingan Respon Seismik Antara Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dan Khusus Pada Gedung Simetris Dua Arahen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19511021


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record