• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Fomulasi dan Karakterisasi Solid Self-nano Emulsifying Drug Delivery System (S-snedds) Kombinasi Ekstrak Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera)

    Thumbnail
    View/Open
    22924016.pdf (6.115Mb)
    Date
    2024
    Author
    Asita, Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Benalu batu (B. medicinalis) dan daun kelor (M. oleifera) secara empiris banyak digunakan sebagai terapi alternatif oleh masyarakat karena memiliki banyak manfaat diantaranya memiliki efek imunomodulator, namun belum dilakukan pengembangan sediaan untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas sediannya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah membuat, mengevaluasi dan melakukan uji stabilitas sediaan SNEDDS dan S-SNEDDS dari kombinasi ekstrak herba benalu batu (B. medicinalis) dan daun kelor (M. oleifera). Metode: Ekstrak herba benalu batu dan daun kelor diekstraksi menggunakan metode maserasi. Ekstrak yang dilakukan standarisai yang meliputi parameter spesifik dan non-sepesifik. Tahapan awal formulasi SNEDDS adalah skrining minyak, surfaktan dan ko-surfaktan. Formula dioptimasi dengan menggunakan diagram fase terner dilanjutkan dengan evaluasi dan karakterisasi sediaan. Formula yang paling optimal dibuat menjadi sediaan S-SNEDDS menggunakan teknik spray draying dan manitol sebagai solid carrier. S-SNEDDS dikarakterisasi dan dievaluasi meliputi, sifat mikromeritik, SEM, FTIR, DSC, dan XRD. Hasil: Standarisasi spesifik dan non-spesifik ekstrak benalu batu (B.medicinalis) dan daun kelor (M. oleifera) memberikan hasil memenuhi syarat standar mutu bahan baku ekstrak kecuali pada kadar logam timbal (Pb) yang melebihi batas maksimum. Formula optimal dari sediaan SNEDDS dicapai dengan menggunakan isopropil miristat (10%), tween 80 (50%), dan propilen glikol (40%), formula tetap stabil selama proses karakterisasi dan evaluasi. Formula terpilih dibuat menjadi S- SNEDDS menggunakan manitol sebagai solid carrier menghasilkan sediaan yang memiliki sifat alir yang kurang baik, hasil XRD dan SEM menunjukan formula mengalami pengurangan kristalisasi serta hasil FTIR yang diperoleh menunjukkan adanya semua puncak karakteristik obat yang mengindikasikan tidak ada interaksi kimia antara kombinasi ekstrak benalu batu dan kelor dengan polimer yang digunakan. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa formula S-NEDDS kombinasi ekstrak herba benalu batu (B.medicinalis) dan daun kelor (M. oleifera) dapat dikembangkan menjadi sediaan S-SNEDDS.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52156
    Collections
    • Master of Pharmacy [32]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV