Show simple item record

dc.contributor.authorNuh, Muhammad Akmal
dc.contributor.authorUtami, Risa Nurul
dc.date.accessioned2024-09-30T06:45:40Z
dc.date.available2024-09-30T06:45:40Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52145
dc.description.abstractIrigasi memainkan peran yang sangat penting dalam sektor pertanian, terutama di daerah yang rentan terhadap kekeringan. Seiring dengan perubahan iklim dan kekurangan air yang semakin sering terjadi, manajemen irigasi yang efektif menjadi kunci dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Fenomena kekeringan yang telah melanda beberapa tahun terakhir juga telah memicu konflik antara petani yang berebut sumber daya air. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan ini dan memastikan distribusi air yang adil dan efisien. Penggunaan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dalam manajemen irigasi menawarkan sebuah terobosan penting. Sistem irigasi berbasis IoT memungkinkan petani atau pemilik lahan untuk melakukan pengairan secara otomatis dan terkendali dari jarak jauh, tanpa harus berada di lokasi. Ini memberi mereka fleksibilitas lebih dalam mengelola pengairan secara tepat waktu, sesuai dengan kebutuhan tanaman. Di samping itu, pengguna dapat memantau harga air berdasarkan lama waktu pengairan, yang membantu mereka dalam mengelola biaya secara lebih efektif. Proyek ini berhasil mengembangkan beberapa komponen utama, termasuk desain 3D dari sistem irigasi, rangkaian elektronik yang mendukung operasi sistem, serta integrasi teknologi IoT yang menghubungkan perangkat sensor dengan sistem pengontrolan jarak jauh. Melalui pemanfaatan sensor-sensor yang dapat mengukur berbagai parameter, sistem ini memberikan informasi real-time kepada pengguna tentang status pengairan dan kondisi lahan mereka, sehingga pengelolaan air menjadi lebih efisien dan transparan. Meskipun sistem irigasi berbasis IoT ini telah memenuhi beberapa aspek penting, seperti kemampuan mengaktifkan dan mengontrol katup serta pompa irigasi secara otomatis, dan penentuan jadwal pengairan, masih terdapat beberapa area yang memerlukan perbaikan. Akurasi sensor perlu ditingkatkan agar data yang diperoleh lebih tepat, dan sensor flowmeter serta katup irigasi juga perlu ditingkatkan kualitasnya agar lebih tahan lama dan andal. Ini menunjukkan bahwa meskipun inovasi ini menjanjikan, pengembangan lebih lanjut tetap diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleAgriIN : Manajemen Irigasi Berbasis IoT Untuk Lahan Keringen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20524019
dc.Identifier.NIM20524103


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record