• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Kuantitas Kompos Padat Termodifikasi Reaktor Aerob dari Sampah Organik menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF)

    Thumbnail
    View/Open
    17513148.pdf (2.986Mb)
    Date
    2024
    Author
    Kunthiyasari, Dyah Harum
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Produksi sampah setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi masyarakat, Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional tahun 2022 menunjukkan komposisi sampah yang paling banyak di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sisa makanan sebesar 67,18%. Untuk kabupaten Sleman komposisi sampah terbanyak adalah adalah sisa makanan sebesar 74,22% yang berasal dari sampah rumah tangga, sampah pasar dan sampah dari warung-warung makan yang ada. Untuk mengurangi timbulan sampah tersebut dapat dilakukan proses pengomposan yang mudah, efisien dan efektif dengan metode reaktor aerob termodifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas kompos serta kadar protein maggot yang dihasilkan. Penelitian dilakukan selama 30 hari menggunakan tiga buah reaktor yang memiliki komposisi bahan baku sampah organik yang berbeda, yaitu reaktor 1 menggunakan sampah organik rumah tangga, reaktor 2 menggunakan sampah organik sisa pasar dan pada reaktor 3 menggunakan perbandingan sampah organik sisa makanan dengan sampah organik sisa pasar (1:1). Massa awal masing-masing feedstock adalah 6 kg. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompos padat reaktor dua memiliki kuantitas kadar air lebih baik daripada reaktor satu dan tiga. Hal ini dikarenakan kadar air reaktor satu dan tiga tidak memenuhi standar, sedangkan reaktor dua memenuhi standar dengan kadar air 58,2% dan memiliki kadar P paling tinggi yaitu 2,64%, selebihnya pada parameter kadar lain seperti kadar K 4,91% dan rasio C/N 4,47% reaktor dua belum memenuhi standar. Selain itu, kadar protein maggot yang paling tinggi dihasilkan dari pengomposan pada reaktor dua dengan bahan baku sampah sisa sayur dan buah dengan kadar sebesar 17,48.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/52136
    Collections
    • Environmental Engineering [1811]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV