Show simple item record

dc.contributor.authorAnnabawi, Muhammad Rifqi
dc.date.accessioned2024-09-30T04:26:36Z
dc.date.available2024-09-30T04:26:36Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52132
dc.description.abstractKaryawan bank bagian penjualan menunjukkan bahwa mereka mengalami gejala- gejala kelelahan kerja, yaitu kelelahan fisik dan mental akibat tuntutan kerja yang tinggi. Penelitian Christanto dan Sutapa (2022) menunjukkan bahwa 68.8% karyawan penjualan mengalami kelelahan kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran resiliensi dan kepemimpinan pelayanan terhadap kelelahan kerja karyawan penjualan bank (N=114). Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory dari Maslach & Jackson (1981), Employee Resilience Scale dari Näswall et al. (2015) dan Servant Leadership 7 dari Liden et al. (2015). Data yang dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi Jamovi versi 2.2.5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi dan kepemimpinan pelayanan dapat menjadi prediktor moderat terjadinya kelelahan kerja. Ditemukan juga kepemimpinan pelayanan menjadi prediktor yang lebih kuat dibandingkan resiliensi terhadap kelelahan kerja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKaryawan Penjualanen_US
dc.subjectKelelahan Kerjaen_US
dc.subjectKepemimpinan Pelayananen_US
dc.subjectResiliensien_US
dc.titleKelelahan Kerja Ditinjau dari Resiliensi dan Gaya Kepemimpinan Pelayanan pada Karyawan Bank Bagian Penjualanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20320306


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record