| dc.description.abstract | Kewirausahaan memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi dan
penciptaan lapangan kerja. Di tengah meningkatnya tingkat pengangguran,
terutama di kalangan remaja, dorongan untuk menciptakan peluang kerja melalui
wirausaha semakin diperlukan. Remaja akhir merupakan individu yang berusia
20 – 24 tahun dan belum menikah, sehingga niat berwirausaha pada remaja akhir
menjadi topik penting yang perlu dikaji. Modal psikologis, yang mencakup aspek
efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi memainkan peran kunci dalam
membentuk keyakinan diri untuk memulai usaha. Sementara itu, dukungan sosial
dari keluarga dapat memberikan penguatan moral dan materiil yang berharga dalam
proses kewirausahaan. Keluarga sering kali menjadi sumber dukungan pertama
yang diandalkan oleh remaja ketika mereka mempertimbangkan untuk terjun ke
dunia usaha. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara
modal psikologis dan dukungan sosial keluarga terhadap niat berwirausaha pada
remaja akhir di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini menggunakan
tiga alat ukur, diantaranya Entrepreneurial Intention Questionnaire (EIQ),
Psychological Capital Questionnaire (PCQ), dan Perceived Family Support (PFS).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara modal psikologis dan dukungan sosial keluarga terhadap niat berwirausaha
pada remaja akhir di Daerah Istimewa Yogyakarta. | en_US |