Show simple item record

dc.contributor.authorIsmianti, Tarisya
dc.contributor.authorIslami, Wafiq Muthoharoh
dc.date.accessioned2024-09-27T07:03:24Z
dc.date.available2024-09-27T07:03:24Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52077
dc.description.abstractPerkembangan teknologi saat ini semakin meningkat pesat terutama teknologi di bidang industri, pendidikan bahkan kesehatan. Sistem teknologi informasi yang cepat dan akurat semakin dibutuhkan saat ini, salah satunya di bidang kesehatan. Melihat banyaknya kasus infus macet dan terlambatnya penggantian infus yang menyebabkan adanya udara yang masuk ke darah dari kotak infus yang kosong dan memicu emboli yang dapat beresiko mengancam nyawa. Selain itu, infus macet atau tidak adanya tetesan infus saat sedang memasukkan obat dapat mengakibatkan efektifitas obat menurun. Berdasarkan kondisi tersebut didapatkan suatu solusi dengan membuat suatu sistem monitoring infus pasien dari ruang perawat. Dengan adanya sistem ini perawat atau tenaga medis dapat memanfaatkannya untuk melakukan pemantauan atau monitoring kondisi infus pasien tanpa mendatangi ruang pasien secara langsung. Sehingga sistem ini dapat membantu dalam meringankan pekerjaan perawat dan tenaga medis, sehingga perawat akan menuju ke ruang pasien saat buzzer berbunyi yang menandakan infus habis atau infus dalam keadaan tidak normal. Sistem monitoring infus pasien ini tersusun dari 2 sistem yang dihubungkan dengan komunikasi WiFi secara peer to peer, sehingga bisa digunakan di ruang pasien dengan satu sistem dan satu sistem lainnya di ruang perawat sebagai notifikasi. Hasil pengujian sistem monitoring infus pasien ini menunjukkan bahwa sistem sudah cukup akurat dan baik yang dibuktikan dengan nilai keakuratan sebesar 90% dan error sebesar 10.44% diambil dari perhitungan data hasil pengujian sistem. Beberapa bentuk pengujian sistem ini adalah pengukuran ketiga parameter yaitu kecepatan, volume, dan kondisi infus, serta jarak jangkauan dari sistem dengan buzzer. Sistem ini dapat digunakan selama 5-6 jam sesuai dengan masa tahan baterai. Baterai yang digunakan berupa baterai lithium-ion 5000 mAh dengan daya 10 Watt dan tegangan 12 volt untuk masing-masing sistem yaitu sistem di ruang pasien dan perawat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleMonus : Monitoring Infus Pasien Dari Ruang Perawaten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20524032


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record