Show simple item record

dc.contributor.authorAngraeni, Faikh Kheni
dc.date.accessioned2024-09-27T07:01:23Z
dc.date.available2024-09-27T07:01:23Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52076
dc.description.abstractBanyaknya fasilitas dan fitur yang disediakan oleh media sosial menyebabkan orang terlena untuk terus menggunakan internet secara berlebihan, bahkan sampai kecanduan. Emosi negatif seperti stres, kecemasan dan depresi (psychological distress) mampu mempengaruhi keadaan individu dalam kecanduan media sosial. Fear of Missing Out (FoMO) juga memiliki kontribusi dengan tingkat kecanduan media sosial pada seseorang karena individu yang merasa khawatir untuk selalu terhubung dengan jaringan terutama media sosial akan mengembangkan kebiasaan kontrol impuls dalam dirinya yang cenderung mengarahkan pada kecanduan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Fear of Missing Out (FoMO) sebagai mediator terhadap hubungan antara distres psikologi dengan kecanduan media sosial pada generasi Z. Subjek dalam penelitian ini yaitu 600 orang generasi Z dengan rentang usia 14-28 tahun yang berdomisili di Indonesia. Teknik pengambilan data penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kemudian, penelitian ini menggunakan teknik analisis data SEM Mediation Analysis dibantu oleh program JASP 0.19.0.0 dengan alat ukur yang digunakan yaitu adaptasi The Bergen Social Media Addiction (BSMAS), DASS-21, dan adaptasi Fear of Missing Out Scale (FoMOs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) mampu berperan menjadi mediator parsial dalam hubungan antara distres psikologi dengan kecanduan media sosial pada Generasi Z di Indonesia dengan nilai estimate 0.046 dan nilai p < 0.001. Maka dari itu, hipotesis penelitian ini diterima. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat kecanduan media sosial antara laki-laki dan perempuan. Jika dilihat dari rata-rata menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat kecanduan media sosial yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menyeimbangkan jumlah subjek antara laki-laki dan perempuan serta menyeimbangkan jumlah subjek yang ditinjau dari usia dan mengekplorasi daerah subjek secara luas.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDistres Psikologien_US
dc.subjectFear of Missing Out (FoMO)en_US
dc.subjectKecanduan Media Sosialen_US
dc.titlePeran Fear Of Missing Out (Fomo) Sebagai Mediator Antara Distres Psikologi dengan Kecanduan Media Sosial Pada Generasi Zen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22915054


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record