Peran Mediasi Boredom Proneness Antara Distres Psikologi dengan Kecanduan Media Sosial Pada Generasi Z
Abstract
Indonesia termasuk 10 negara yang menggunakan ponsel atau perangkat dengan durasi terlama
sekitar 6,05 jam perhari. Pada generasi Z, mereka menggunakan internet kurang dari satu jam perhari
sebanyak 8,6%, satu sampai tiga jam perhari sebanyak 29,7%, dan empat sampai enam jam perhari
sebanyak 27,4%. Generasi Z yang ketergantungan terhadap media sosial disebabkan karena adanya
dampak salah satunya berdampak yaitu distres psikologi . Selain itu, Boredom proneness juga
mengarahkan individu untuk berperilaku mengakses sosial media secara berlebihan. Maka dari itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi boredom proneness terhadap kecanduan
media sosial dan distres psikologi pada generasi Z di Indonesia. Subjek pada penelitian ini yaitu 600
orang generasi Z dengan rentang usia 14 sampai 28 tahun yang berdomilisi di Indonesia. Metode
penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan purposive
sampling. Kecanduan media sosial yang diukur menggunakan adaptasi skala BSMAS, distres psikologi
diukur dengan alat ukur DASS-21, dan boredom proneness diukur dengan adaptasi skala SF-BPS. Teknik
analisis data menggunakan SEM Mediation analysis dengan software JASP 0.19.0.0. Hasil pada penelitian
ini menunjukkan bahwa boredom proneness dapat berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan
antara distres psikologi dengan kecanduan media sosial pada Generasi Z yang ada di Indonesia dengan
nilai estimate 0.071 dan nilai p < 0.001. Maka dari itu hipotesis pada penelitian ini diterima. Bagi peneliti
selanjutnya, disarankan untuk memastikan keseimbangan jumlah subjek antara laki-laki dan perempuan,
menyeimbangkan jumlah subjek berdasarkan usia, serta mengeksplorasi wilayah subjek secara lebih
luas.
Collections
- Master of Psychology [494]
