Hubungan Antara Konsep Diri dengan Penerimaan Diri pada Mahasiswa yang Pernah mengalami Pelecehan Seksual di Yogyakarta
Abstract
Penerimaan diri merupakan bentuk sikap dari seseorang dalam menerima
dirinya atas segala yang kondisi yang dimiliki. Menurut Chamberlain & Haaga
(2001) penerimaan diri dapat diartikan sebagai perasaan bahagia yang berkaitan
dengan kenyataan pada dirinya, sehingga individu tersebut dapat menerima
kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya. Penerimaan diri merupakan salah satu
langkah yang penting untuk mencapai kesejahteraan mental dan diri pada setiap
individunya. Namun, tidak banyak juga hambatan-hambatan yang dialami oleh
individu untuk menerima dirinya. Salah satu hal yang dapat mengganggu penerimaan
diri pada individu adalah pengalaman traumatis, seperti pelecehan seksual. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana hubungan konsep diri dengan
penerimaan diri pada mahasiswa korban pelecehan seksual di Yogyakarta. Penelitian
ini merupakan penelitian kunatitatif dengan menggunakan dua variabel konsep diri
dan penerimaan diri yang dianalisis dengan uji korelasi. Jumlah sampe dalam
penelitian ini sebanyak 78 mahasiswa dengan rentang usia 18-24 tahun. Alat ukur
yang digunakan adalah alat ukur “Unconditional Self-Acceptance Questionnaire
(USAQ)” yang disusun oleh Chamberlain & Haaga (2001) yang terdiri dari 20 aitem
yang kemudian dieliminasi menjadi total 12 aitem dan Skala Konsep Diri yang
dikembangkan oleh Khairatun (2012) yang terdiri dari 28 aitem yang kemudian
dieliminasi menjadi total 20 aitem. Analisis data pada penelitian ini menggunakan
software Jamovi versi 2.3.18. Hasil dari penelitian ini didapati hubungan positif (r =
0.523) antara konsep diri dengan penerimaan diripada mahasiswa yang mengalami
pelecehan seksual di Yogyakarta dengan nilai signifikansi p<.001. dengan itu,
hipotesis penelitian ini diterima.
Collections
- Psychology [2602]
