| dc.description.abstract | Pada era modern, mikroorganisme seperti bakteri memiliki peran vital dalam produksi
pangan, probiotik, dan energi terbarukan, tetapi juga menimbulkan tantangan seperti ancaman
terhadap keamanan pangan dan resistensi antibiotik. Berbagai metode deteksi telah dikembangkan,
namun sebagian besar memerlukan alat besar dan waktu yang lama. Untuk mengatasi ini,
pengembangan mikroskop pintar portabel yang dapat diakses di mana saja menjadi solusi potensial
di Indonesia. Sistem yang dirancang mengintegrasikan teknik otomatisasi untuk meningkatkan
akurasi dan mengurangi keterlibatan manusia dalam pengamatan. Meskipun terbatas pada
pengamatan bakteri tertentu dan memiliki batasan teknis, sistem ini diharapkan dapat
memfasilitasi riset laboratorium dengan lebih baik. Evaluasi solusi mencakup dua pendekatan
berbeda: solusi 1 menggunakan komponen berkualitas tinggi dengan anggaran terjangkau,
sementara solusi 2 menekankan biaya lebih rendah daripada solusi 1 dengan performa yang masih
dapat diterima. Solusi 1 direkomendasikan untuk kebutuhan riset yang lebih kritis, sementara
solusi 2 cocok untuk lingkungan yang memerlukan biaya yang lebih hemat.
Hasil rancangan sistem ini terdiri perangkat keras yang dirancang menggunakan Raspberry
Pi 4 model B, kamera Pi HQ dengan lensa pembesaran 180x, LED, dan powerbank, untuk
memastikan kualitas gambar dan stabilitas optimal dalam deteksi E. Coli dengan biaya produksi
5,2 juta rupiah. Kemudian sistem perangkat lunak memanfaatkan model YOLOv8n dalam proses
deteksi E. Coli, meliputi pengambilan gambar, praproses, pelatihan, dan validasi untuk mencapai
akurasi tinggi. Antarmuka pengguna dirancang intuitif dan terintegrasi dengan penyimpanan data
cloud. Pengujian dengan data tidak real menunjukkan bahwa alat dengan kamera menghasilkan
nilai RMSE 1,47 dan akurasi 81,25%, mendekati nilai aktual dibandingkan tanpa kamera yang
memiliki RMSE 1,97 dan akurasi 84,38 %. Meski demikian, kalibrasi lensa untuk menguji
kemampuan menangkap luasan citra menunjukkan alat hanya dapat mendeteksi detail hingga grup
4 nomor 1 pada target uji daya resolusi USAF 1951 atau di ukuran 31,3 μm; mengindikasikan
bahwa sistem optik saat ini tidak memadai untuk deteksi bakteri mikroskopik seperti E. Coli secara
akurat. Kemudian saran untuk future work meliputi pengujian lebih lanjut dengan data real,
pengoptimalan atau penggantian lensa, perbaikan desain fisik sistem, dan peningkatan fitur
aplikasi untuk memberikan bounding box untuk memudahkan analisis lebih lanjut. | en_US |