| dc.description.abstract | Hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia sudah dimulai sejak 3 Februari 1950.
Dalam waktu 2015-2023 kerja sama antar kedua negara dibidang pertahanan militer
terbilang semakin erat dikarenakan Indonesia tidak menerima embargo dari Rusia
melainkan embargo dari Amerika karena Indonesia masih bekerja sama yang
dengan Rusia pada saat terjadinya perang Rusia melawan Ukraina. Penulis
menggunakan Teori Decision Making oleh Graham Tillet Allison Jr. Terdapat empat
model, yaitu National Actor, The Problem, Static Selection, Action as Rational
Choice. Argument sementara yaitu penulis akan menggunakan empat model dari
Action as Rational Choice untuk menganalisa tentang hubungan kerja sama
Indonesia dan Rusia di era perang Rusia dengan Ukraina. Hasil penelitian, yaitu
kerjasama dalam bidang militer dikarenakan kerjasama antara Indonesia dan Rusia
sangatlah diperlukan untuk membangun profesionalisme militer Indonesia yang
kekurangan perlengkapan militer. Konsekuensi yang didapat oleh Indonesia pada
saat melakukan kerjasama bidang militer dengan Rusia, baik konsekuensi secara
negatif maupun positif. Indonesia tetap memutuskan untuk melakukan kerjasama
dengan Rusia pada bidang pertahanan dikarenakan memiliki beberapa alasan,
seperti persenjataan Rusia yang tidak dikurangi penggunaannya dan Indonesia bebas
untuk memodifikasi senjata tersebut tidak seperti Amerika Serikat yang melarang
setiap negara untuk melakukan modifikasi. | en_US |