| dc.description.abstract | Penelitian ini berupaya melihat bagaimana keterlibatan Qatar sebagai mediator
dalam konflik Amerika Serikat dan Taliban yang sudah berlangsung beberapa
dekade belakangan. Rumusan masalah tersebut kemudian dikupas menggunakan
pendekatan Two-Level Game milik Putnam yang menjelaskan tentang bagaimana
kebijakan di tingkat internasional sangat dipengaruhi oleh kepentingan di tingkat
domestik. Setidaknya untuk penggambaran awal dari keterlibatan yang dimaksud,
Qatar sudah sejak lama memulai karirnya sebagai mediator konflik di beberapa
kasus negara-negara teluk. Sehingga konflik Amerika Serikat dan Taliban ini dilihat
sebagai arena baru bagi Qatar untuk semakin menunjukkan eksistensi politik luar
negerinya di mata internasional. Jika dilihat menggunakan pendekatan Putnam tadi,
terdapat dua tingkat bagi negosiator Qatar untuk melangsungkan kebijakannya. Di
tingkat internasional Qatar harus berhadapan dengan Amerika Serikat dan Taliban
untuk merumuskan kesepakatan tentatif dan di tingkat domestik berhadapan dengan
kepentingan nasional untuk meratifikasi atau tidaknya kesepakatan di tingkat
internasional. Terdapat istilah winset dalam pendekatan ini, semakin besar winset
yang dimiliki Qatar maka semakin besar peluang terjadinya ratifikasi. | en_US |