Show simple item record

dc.contributor.authorAl Faruq, Royyan Mujahid
dc.date.accessioned2024-09-26T02:59:51Z
dc.date.available2024-09-26T02:59:51Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/52008
dc.description.abstractPenelitian ini berupaya melihat bagaimana keterlibatan Qatar sebagai mediator dalam konflik Amerika Serikat dan Taliban yang sudah berlangsung beberapa dekade belakangan. Rumusan masalah tersebut kemudian dikupas menggunakan pendekatan Two-Level Game milik Putnam yang menjelaskan tentang bagaimana kebijakan di tingkat internasional sangat dipengaruhi oleh kepentingan di tingkat domestik. Setidaknya untuk penggambaran awal dari keterlibatan yang dimaksud, Qatar sudah sejak lama memulai karirnya sebagai mediator konflik di beberapa kasus negara-negara teluk. Sehingga konflik Amerika Serikat dan Taliban ini dilihat sebagai arena baru bagi Qatar untuk semakin menunjukkan eksistensi politik luar negerinya di mata internasional. Jika dilihat menggunakan pendekatan Putnam tadi, terdapat dua tingkat bagi negosiator Qatar untuk melangsungkan kebijakannya. Di tingkat internasional Qatar harus berhadapan dengan Amerika Serikat dan Taliban untuk merumuskan kesepakatan tentatif dan di tingkat domestik berhadapan dengan kepentingan nasional untuk meratifikasi atau tidaknya kesepakatan di tingkat internasional. Terdapat istilah winset dalam pendekatan ini, semakin besar winset yang dimiliki Qatar maka semakin besar peluang terjadinya ratifikasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectQataren_US
dc.subjectTwo-Level Gameen_US
dc.subjectInternasionalen_US
dc.subjectDomestiken_US
dc.subjectWinseten_US
dc.titlePeran Qatar dalam Memediasi Konflik Amerika Serikat dan Taliban 2013-2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323113


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record