Pemanfaatan Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana Linn.) Kombinasi dengan Pati Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) sebagai Thickening Agent dalam Formulasi Sediaan Masker Clay
Abstract
Manggis (Gracinia mangostana L.) merupakan tanaman yang banyak
ditemukan di daerah tropis. Manggis memiliki sifat antioksidan yang tinggi karena
kandungan utama dari buah manggis yaitu xanthone dan antosianin yang
merupakan senyawa polifenol. Manggis banyak dimanfaatkan untuk sediaan
kosmetik salah satu nya masker clay yang digunakan untuk menjaga kesehatan kulit
wajah. Masker clay mengandung bahan pengental, salah satu bahan pengental alami
yang dapat digunakan yaitu pati ubi jalar ungu. Untuk mengetahui formula optimal
ekstrak etanol kulit buah manggis kombinasi dengan pati ubi jalar ungu dalam
sediaan masker clay dan mengetahui variasi konsentrasi pati ubi jalar ungu dapat
mempengaruhi sifat fisik masker clay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu metode eksperimental. Pembuatan ekstrak etanol dilakukan dengan metode
maserasi menggunakan etanol 70%. Sampel yang digunakan adalah ekstrak kulit
buah manggis kombinasi pati ubi jalar ungu sebagai bahan thickening agent yang
terdiri dari variasi konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 2,5% ; 2,8% ; 3%. Sediaan
masker diuji sifat fisik yang diantaranya uji organoleptik, pH, homogenitas,
viskositas, stabilitas, waktu kering, cemaran mikroba, dan hedonik. Hasil uji
organoleptik menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi pati ubi jalar ungu
maka tekstur semakin kental, uji homogenitas sediaan menunjukan susunan yang
homogen, uji pH yang dihasilkan 4,6-4,7. Uji viskositas menunjukan bahwa sediaan
memiliki sifat alir pseudoplastis, uji sediaan mengering dihasilkan 22-26 menit, uji
cemaran mikroba menunjukan jumlah koloni yang tidak memenuhi syarat, dan uji
hedonik menunjukan bahwa F2 yang banyak disukai. Maka dapat disimpulkan
bahwa ekstrak etanol kulit manggis kombinasi pati ubi jalar ungu dapat
diformulasikan sebagai masker clay.
Collections
- Pharmacy [1917]
