• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Standardisasi Parameter Spesifik Dan Non- Spesifik Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Dari Daerah Sleman, Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    20613010.pdf (2.136Mb)
    Date
    2024
    Author
    Sari, Vika Nagita
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang : Rimpang temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) banyak digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Pembuatan ekstrak temulawak untuk menjadi suatu sediaan farmasi seringkali tidak memenuhi syarat mutu. Lokasi penanaman menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kualitas mutu ekstrak yang dihasilkan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan parameter spesifik dan non spesifik pada ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) yang diperoleh dari tiga daerah di Sleman, Yogyakarta. Metode : Temulawak diperoleh dari tiga tempat penanaman yang berbeda. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 24 jam. Ekstrak kental diuji parameter spesifik antara lain uji organoleptik, sari larut air, sari larut etanol, dan parameter non spesifik seperti uji kadar air, susut pengeringan, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, bobot jenis, cemaran logam, dan cemaran mikroba. Hasil : Parameter spesifik menunjukkan organoleptik ekstrak (kental, warna kuning kecoklatan, rasa pahit, dan berbau khas), dengan sari larut air (15,17-17,54%), sari larut etanol (3,64-7,67%), dan kadar kurkumin (5,36-6,83%). Hasil parameter non spesifik menunjukkan kadar air (3,02-3,94%), susut pengeringan (9,26-9,43%), kadar abu total (3,16-5,10%), kadar abu tidak larut asam (0,13-0,17%), bobot jenis (0,92-0,93 g/ml). Hasil pengujian cemaran logam Pb (60-82 mg/kg), Cd (5-8 mg/kg), Cu (32-43 mg/kg), dan cemaran mikroba (<10 koloni/g), sedangkan pengujian cemaran kapang khamir (<10 koloni/g). Kesimpulan : Secara umum semua parameter memenuhi persyaratan untuk tiga lokasi, kecuali rendemen, cemaran logam Cd, Pb, dan kadar kurkumin dari daerah Tempursari tidak memenuhi syarat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51992
    Collections
    • Pharmacy [1909]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV