Analisis Pengaruh Kepemimpinan Park Geun-hye Terhadap Kesenjangan Gender di Korea Selatan (2013 – 2017)
Abstract
Terpilihnya Park Geun-Hye sebagai presiden perempuan pertama di Korea
Selatan membawa ekspektasi yang cukup tinggi di kalangan masyarakat, terutama
terkait isu gender yang telah melekat dalam kehidupan Korea Selatan sejak lama
akibat sejarah kelam yang menyangkut para perempuan. Namun, hingga
berakhirnya masa kepemimpinan Park Geun-Hye, nyatanya isu mengenai gender
masih tidak mendapatkan perubahan yang berarti. Melalui pendekatan Identitas
Kolektif dan Perubahan Struktural oleh Alexander Wendt, penelitian ini bertujuan
untuk dapat menganalisis apa yang sebenarnya terjadi dalam masa pemerintahan
Park Geun-Hye. Bagaimana ia menggunakan identitas dirinya sebagai perempuan
dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden perempuan pertama. Hasil yang
ditemukan dalam penelitian ini kemudian menunjukkan bahwa Park Geun-Hye
menggunakan identitas gendernya dalam meraih keuntungan pribadi dirinya, dan
bukan mewakili identitas kolektif dari perempuan dari Korea Selatan. Sehingga,
perubahan struktural kemudian tidak dapat terpenuhi dan Korea Selatan tetap
menjadi negara dengan budaya patriarki yang kuat.
Collections
- International Relations [927]
