| dc.description.abstract | DBD adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Kasus DBD yang terus
meningkat menyebabkan pemerintah melakukan berbagai macam program. Salah satu program
untuk menanggulangi wabah DBD adalah dengan metode Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN) dan dalam melakukan metode tersebut dibutuhkan survei yang dilaksanakan oleh kader
JUMANTIK (Juru Pemantau Jentik) dan petugas puskesmas yang menindaklanjuti informasi
yang saat ini memiliki berbagai permasalahan dalam mencari informasi dan pelaporan. Maka,
diperlukan sebuah sistem informasi yang mampu menangani permasalahan-permasalahan
tersebut. Permasalahan itulah yang menjadi fokus penelitian ini untuk merancang apa saja
kebutuhan para kader Jumantik dan petugas puskesmas dalam bentuk sistem informasi.
Sistem informasi ini digunakan untuk memonitoring angka bintik jentik dalam upaya
menanggulangi penyebaran penyakit DBD. Sebelum membuat sistem informasi monitoring
diperlukan kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh kader dan petugas. Maka, diperlukannya
desain user interface untuk menentukan kebutuhan informasi dalam monitoring dengan metode
design thinking. Metode design thinking digunakan untuk menentukan kebutuhan pengguna
dan keinginan pengguna untuk memakai sebuah aplikasi sehingga pengguna diharapkan dapat
menggunakan aplikasi tersebut dengan nyaman dan mudah. Terdapat lima tahapan dalam
design thinking, yaitu Emphatise digunakan untuk mencari tahu permasalahan dan harapan
dengan cara menggunakan persona, define untuk menentukan kebutuhan aplikasi, Idea
menentukan solusi untuk aplikasi, Prototyping adalah membuat simulasi aplikasi yang akan
dibuat, Testing adalah tahap uji coba dalam menjalankan aplikasi. Pada tahap testing ini
dilakukan pengujian System Usability Scale (SUS) dengan nilai 86. Hal ini menunjukan bahwa
aplikasi monitoring ini dapat diterima dengan baik. | en_US |