Perancangan Usulan Peningkatan Produktivitas dalam Proses Pengemasan Produk Kosmetik DRY
Abstract
Indonesia, dengan populasi 278,7 juta jiwa pada tahun 2024 dan proyeksi mencapai 320
juta jiwa pada tahun 2045, menghadapi peningkatan kebutuhan produk kecantikan yang
signifikan, didorong oleh urbanisasi cepat, peningkatan pendapatan per kapita, dan
demografi yang didominasi oleh generasi muda. Sebanyak 63% penduduk Indonesia
berusia di bawah 40 tahun, dengan Generasi Z dan millenial yang lebih peduli terhadap
penampilan, memicu permintaan produk kecantikan. Industri kosmetik di Indonesia
tumbuh pesat, dengan pertumbuhan sektor kosmetik mencapai 21,9% pada tahun 2023
(indonesia.go.id). Penelitian ini difokuskan pada perusahaan jasa manufaktur (makloon)
yang memproduksi kosmetik Dry, seperti bedak dan foundation, tanpa kendali atas harga
pasar. Harga pokok produksi (HPP) ditentukan berdasarkan data historis dan tingkat
produktivitas yang disepakati. Saat ini, produktivitas pengemasan kosmetik Dry di
perusahaan tersebut hanya mencapai 96% dari target, yang mempengaruhi margin
keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pengemasan
melalui analisis dan perbaikan proses. Metode yang digunakan adalah Value Stream
Mapping (VSM) dan Diagram Fishbone untuk mengidentifikasi masalah pada proses
filling, adjusting, dan pengemasan master box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
modifikasi alat filling, optimalisasi work instruction, dan desain ulang master box dapat
mengurangi waktu proses filling sebesar 34,7%, waktu adjusting sebesar 24,4%, dan
waktu pengemasan master box sebesar 29%. Kesimpulannya, implementasi perbaikan ini
berhasil meningkatkan produktivitas proses pengemasan kosmetik Dry, membantu
perusahaan mendekati target produktivitas, dan memperkuat daya saing di pasar global.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
