Show simple item record

dc.contributor.authorHakim, Arham Nashiruddin
dc.date.accessioned2024-09-25T03:31:45Z
dc.date.available2024-09-25T03:31:45Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51960
dc.description.abstractSektor industri transportasi telah mencapai tingkat pertumbuhan PDB sebesar 13,96% dengan nilai 554,8 triliun rupiah dan merupakan tingkat pertumbuhan sektor industri tertinggi sepanjang tahun 2023. UPT Balai Yasa Yogyakarta, sebagai salah satu unit teknis PT KAI, bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan lokomotif untuk menjaga kualitas layanan. Proses procurement yang transparan, efektif, dan efisien menjadi salah kunci dalam manajemen sarana kereta api dengan memastikan ketersediaan material yang diperlukan. Namun, UPT Balai Yasa Yogyakarta menghadapi masalah keterlambatan pengadaan dari supplier yang mempengaruhi kinerja operasional sehingga diperlukan pendekatan Supply Chain Management (SCM) untuk mengoptimalkan aliran produk, informasi, dan finansial. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan pengukuran kinerja supply chain menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Digital Standard yang dapat membantu dalam mengevaluasi dan memperbaiki kinerja supply chain khususnya pada atribut kinerja reliability. Melalui lima tahapan SCOR DS yaitu engage, define, analyze, plan, dan launch diketahui bahwa pada pengukuran matriks kinerja level-2 ditemukan dua matriks yang memiliki gaps, yaitu RL.2.5 Percentage of Orders Delivered In Full From the Supplier (98.01%) dan RL.2.6 Delivery Performance to Original Supplier Commit Date (89.35%) dengan gaps masing-masing sebesar 1.99% dan 10.65%. Kemudian pada matriks level-3 teridentifikasi bahwa terdapat 3 matriks yang memiliki gaps, yaitu RL.3.13 Delivery Item Accuracy from the Supplier, RL.3.14 Delivery Quantity Accuracy from the Supplier dan RL.3.15 Supplier Achievement to Original Organization Commit Date dengan gaps masing- masing sebesar 1.99%, 1.99% dan 10.65%. Dengan adanya gaps tersebut, penelitian ini memberikan rancangan proyek perbaikan berdasarkan best practices yang telah dianalisis menggunakan fishbone diagram dan diprioritaskan melalui priority matrix sehingga menghasilkan 7 proyek perbaikan yaitu Purchase Order Management, Supply Chain Optimization, Supplier Performance Evaluation, Material Requirement Planning (MRP), Supplier Delivery Performance Analysis, Procurement Terms and Conditions Review, dan Transportation Optimization.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSupply Chain Managementen_US
dc.subjectSCOR Digital Standarden_US
dc.subjectRacetracken_US
dc.subjectSCOR Performanceen_US
dc.subjectReliabilityen_US
dc.titleAnalisis dan Usulan Perbaikan Kinerja Supply Chain Menggunakan Scor Digital Standard Pada Proses Procurement PT Kereta Api Indonesia (Persero) Upt Balai Yasa Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522316


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record