| dc.description.abstract | Tujuan dari studi ini untuk menginvestigasi dampak intensitas bisnis digital
dan transformasi pada ambidexterity organisasi dan kinerja berkelanjutan pada
perusahaan asuransi di Indonesia dari dynamic capabilities. Desain dan metodologi
studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, purposive random sampling
digunakan untuk memilih perusahaan asuransi dengan aset di atas 1 triliun rupiah.
Data primer diperoleh langsung dari unit manajemen tingkat atas dari 120 kuesioner
data, yaitu, 40 Chief Executive Officer (CEO), 40 chief agency officer (CAO) dan
40 Chiefs Technology Officer CTO) dari masing-masing perusahaan. Data dari
setiap departemen dalam sebuah perusahaan dikumpulkan sebagai satu unit
jawaban dari satu perusahaan. Struktural Equation Model digunakan sebagai
metode untuk menguji dan menganalisis data, menggunakan perangkat lunak
SmartPLS.
Temuan Studi ini menekan pentingnya dynamic capabilities sebagai
landasan teoritis untuk memahami bagaimana perusahaan asuransi dapat mencapai
kinerja berkelanjutan di era digital. dynamic capabilities, yang mencakup
kemampuan untuk merasakan peluang dan ancaman (sensing), memanfaatkan
peluang (seizing), dan mengkonfigurasi ulang aset dan kapabilitas (reconfiguring),
memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan cepat di
lingkungan bisnis digital. Ambidexterity organisasi, yang mencakup kemampuan
untuk mengeksplorasi inovasi baru sekaligus mengeksploitasi kapabilitas yang ada,
memediasi pengaruh transformasi digital bisnis terhadap kinerja berkelanjutan.
Ambidexterity organisasi memungkinkan perusahaan untuk tetap inovatif dan
xiv
efisien secara bersamaan. Selain itu, intensitas bisnis digital memoderasi hubungan
antara transformasi bisnis digital dan kinerja organisasi berkelanjutan yang
dimediasi oleh ambidexterity organisasi. Semakin tinggi intensitas penggunaan
teknologi digital dalam operasional perusahaan. Intervensi pemerintah juga
memainkan peran penting dalam mendukung atau menghambat transformasi bisnis
digital dan kinerja organisasi berkelanjutan. Kebijakan dan regulasi yang
mendukung inovasi teknologi dapat mempercepat adopsi teknologi digital dan
meningkatkan kapabilitas dinamis perusahaan. Sebaliknya, regulasi yang terlalu
ketat atau tidak jelas dapat menjadi hambatan bagi inovasi dan pertumbuhan.
Penelitian ini menawarkan kontribusi teoritis dan empiris yang signifikan
dengan menggabungkan konsep dynamic capabilties, ambidexterity organisasi,
intensitas bisnis digital, dan intervensi pemerintah untuk memahami kinerja
organisasi berkelanjutan dalam industri asuransi. Integrasi konsep-konsep ini
memberikan pandangan yang lebih holistik dan mendalam tentang bagaimana
perusahaan asuransi dapat beradaptasi dan berkembang di era digital. Studi ini juga
memberikan bukti empiris tentang bagaimana perusahaan asuransi dapat
mengimplementasikan strategi tersebut dalam praktek nyata, dan penting untuk
memperkaya literatur manajemen dan memberikan panduan praktis bagi eksekutif
di industri asuransi.
Implikasi praktis dari studi ini memberikan kontribusi berharga untuk
bagaimana mengembangkan dan memvalidasi metrik baru untuk mengukur
intensitas bisnis digital dan kinerja berkelanjutan dalam konteks perusahaan
asuransi. Ini menyediakan alat yang berguna bagi para peneliti dan praktisi untuk
xv
mengevaluasi dampak transformasi bisnis digital dengan lebih akurat dan
komprehensif. Studi ini menambahkan nilai kepada literatur organisasi dalam ilmu
manajemen dengan menawarkan wawasan baru tentang bagaimana dinamika
organisasi, ambidexterity, dan intensitas bisnis digital dapat digunakan untuk
meningkatkan kinerja organisasi yang berkelanjutan serta memperkenalkan
perspektif baru pada bagaimana faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dapat
memainkan peran penting dalam dynamic capabilities organisasi di industri
keuangan.
Keterbatasan atau implikasi dari studi ini menggunakan dynamic capabilities
sebagai dasar teoritis untuk memahami bagaimana perusahaan asuransi dapat
kinerja berkelanjutan di era digital. Ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini
yang cenderung mengabaikan beberapa faktor eksternal lainnya yang berpotensi
mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti kondisi makro ekonomi, perubahan
peraturan, dan perkembangan teknologi yang cepat dan fokus hanya pada industri
asuransi, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi ke industri lain yang memiliki
karakteristik yang berbeda. Penelitian berikutnya dapat lebih memperkaya literatur
dengan mengadopsi berbagai metode, fokus pada industri yang berbeda, dan
mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang lebih luas. Ini akan membantu
mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif dan praktis tentang
bagaimana dynamic capabilities, ambidexterity organisasi, dan intensitas bisnis
digital dapat diterapkan untuk mencapai kinerja organisasional berkelanjutan. | en_US |