Show simple item record

dc.contributor.authorNasution, Hawari
dc.date.accessioned2024-09-23T01:42:31Z
dc.date.available2024-09-23T01:42:31Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51939
dc.description.abstractTujuan dari studi ini untuk menginvestigasi dampak intensitas bisnis digital dan transformasi pada ambidexterity organisasi dan kinerja berkelanjutan pada perusahaan asuransi di Indonesia dari dynamic capabilities. Desain dan metodologi studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, purposive random sampling digunakan untuk memilih perusahaan asuransi dengan aset di atas 1 triliun rupiah. Data primer diperoleh langsung dari unit manajemen tingkat atas dari 120 kuesioner data, yaitu, 40 Chief Executive Officer (CEO), 40 chief agency officer (CAO) dan 40 Chiefs Technology Officer CTO) dari masing-masing perusahaan. Data dari setiap departemen dalam sebuah perusahaan dikumpulkan sebagai satu unit jawaban dari satu perusahaan. Struktural Equation Model digunakan sebagai metode untuk menguji dan menganalisis data, menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Temuan Studi ini menekan pentingnya dynamic capabilities sebagai landasan teoritis untuk memahami bagaimana perusahaan asuransi dapat mencapai kinerja berkelanjutan di era digital. dynamic capabilities, yang mencakup kemampuan untuk merasakan peluang dan ancaman (sensing), memanfaatkan peluang (seizing), dan mengkonfigurasi ulang aset dan kapabilitas (reconfiguring), memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan cepat di lingkungan bisnis digital. Ambidexterity organisasi, yang mencakup kemampuan untuk mengeksplorasi inovasi baru sekaligus mengeksploitasi kapabilitas yang ada, memediasi pengaruh transformasi digital bisnis terhadap kinerja berkelanjutan. Ambidexterity organisasi memungkinkan perusahaan untuk tetap inovatif dan xiv efisien secara bersamaan. Selain itu, intensitas bisnis digital memoderasi hubungan antara transformasi bisnis digital dan kinerja organisasi berkelanjutan yang dimediasi oleh ambidexterity organisasi. Semakin tinggi intensitas penggunaan teknologi digital dalam operasional perusahaan. Intervensi pemerintah juga memainkan peran penting dalam mendukung atau menghambat transformasi bisnis digital dan kinerja organisasi berkelanjutan. Kebijakan dan regulasi yang mendukung inovasi teknologi dapat mempercepat adopsi teknologi digital dan meningkatkan kapabilitas dinamis perusahaan. Sebaliknya, regulasi yang terlalu ketat atau tidak jelas dapat menjadi hambatan bagi inovasi dan pertumbuhan. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoritis dan empiris yang signifikan dengan menggabungkan konsep dynamic capabilties, ambidexterity organisasi, intensitas bisnis digital, dan intervensi pemerintah untuk memahami kinerja organisasi berkelanjutan dalam industri asuransi. Integrasi konsep-konsep ini memberikan pandangan yang lebih holistik dan mendalam tentang bagaimana perusahaan asuransi dapat beradaptasi dan berkembang di era digital. Studi ini juga memberikan bukti empiris tentang bagaimana perusahaan asuransi dapat mengimplementasikan strategi tersebut dalam praktek nyata, dan penting untuk memperkaya literatur manajemen dan memberikan panduan praktis bagi eksekutif di industri asuransi. Implikasi praktis dari studi ini memberikan kontribusi berharga untuk bagaimana mengembangkan dan memvalidasi metrik baru untuk mengukur intensitas bisnis digital dan kinerja berkelanjutan dalam konteks perusahaan asuransi. Ini menyediakan alat yang berguna bagi para peneliti dan praktisi untuk xv mengevaluasi dampak transformasi bisnis digital dengan lebih akurat dan komprehensif. Studi ini menambahkan nilai kepada literatur organisasi dalam ilmu manajemen dengan menawarkan wawasan baru tentang bagaimana dinamika organisasi, ambidexterity, dan intensitas bisnis digital dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja organisasi yang berkelanjutan serta memperkenalkan perspektif baru pada bagaimana faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dapat memainkan peran penting dalam dynamic capabilities organisasi di industri keuangan. Keterbatasan atau implikasi dari studi ini menggunakan dynamic capabilities sebagai dasar teoritis untuk memahami bagaimana perusahaan asuransi dapat kinerja berkelanjutan di era digital. Ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yang cenderung mengabaikan beberapa faktor eksternal lainnya yang berpotensi mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti kondisi makro ekonomi, perubahan peraturan, dan perkembangan teknologi yang cepat dan fokus hanya pada industri asuransi, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi ke industri lain yang memiliki karakteristik yang berbeda. Penelitian berikutnya dapat lebih memperkaya literatur dengan mengadopsi berbagai metode, fokus pada industri yang berbeda, dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang lebih luas. Ini akan membantu mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif dan praktis tentang bagaimana dynamic capabilities, ambidexterity organisasi, dan intensitas bisnis digital dapat diterapkan untuk mencapai kinerja organisasional berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePeningkatan Kinerja Organisasional Berkelanjutan Dimediasi Ambidexterity dan Intensitas Bisnis Digital: Perspective Dynamic Capabilitiesen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17931004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record