Validasi Metode Identifikasi DNA Babi (Sus Scrofa) Pada Gelatin menggunakan Metode PCR (Polymerase Chain Reaction)
Abstract
Latar belakang: Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial
kolagen dengan bahan baku tulang atau kulit hewani. DNA pada Gelatin dinyatakan
sebagai residu pada saat pembuatannya. Metode yang sensitif dan spesifik
diperlukan untuk mendeteksi DNA yang terkandung pada sampel gelatin. PCR
(Polymerase Chain Reaction) memiliki kemampuan yang spesifik untuk
mendeteksi kandungan DNA yang terdapat pada suatu produk.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode PCR (Polymerase
Chain Reaction) spesific primer valid digunakan untuk identifikasi DNA Babi
Metode: Primer didesain menggunakan website Primer Blast. Untuk isolasi
menggunakan DNA extraction kit (Favorprep Food DNA Extraction Kit).
Konsentrasi, kemurnian dan absrobansi DNA diukur menggunakan teknik
spektrofotometri. Optimasi kondisi PCR terbaik yang digunakan adalah variasi
suhu annealing dan komposisi primer untuk memperoleh suhu optimum PCR yang
tepat. Selanjutnya, dilakukan uji sensitivitasnya dengan metode pengenceran bertingkat dan
dianalisis dengan elektroforesis gel agarose sebagai parameter validasi.
Hasil: Desain primer 12S rRNA babi terdiri dari forward primer:
5’GCTCATAACGCCTTGCTCA dan reverse primer:
3’GGGTCCTAGCTATCGTGTG dengan panjang primer 286 bp. Hasil pengukuran
konsentrasi DNA gelatin sebesar 5,44 ng/μL Hasil uji sensitivitasnya adalah dapat
dideteksi kadarnya hingga kadar 5,44x10-4 ng/μL.
Kesimpulan: Metode PCR valid dapat digunakan untuk mendeteksi DNA pada
gelatin secara spesifik menggunakan metode pengenceran bertingkat dengan kadar
terendah yang dapat terdeteksi yaitu 0,0001 ng/μL
Collections
- Pharmacy [1917]
