Show simple item record

dc.contributor.authorRizki
dc.date.accessioned2024-09-20T06:13:37Z
dc.date.available2024-09-20T06:13:37Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51921
dc.description.abstractPT. SALEH JAYA merupakan sebuah perusahaan swasta yang memproduksi sebuah produk yaitu produk Es Batu (Es Balok), produk ini diperuntukan nelayan untuk mengawetkan ikan yang didapatkan saat proses penangkapan. Pada proses produksi yang dilakukan perusahaan dalam memperoleh produk, ditemukannya sebuah permasalahan yang terjadi pada 7 waste. Waste defect merupakan waste yang paling banyak ditemukan dan berpengaruh terhadao terjadinya 7 waste dengan presentase metode Waste Assesment Model (WAM) terbesar dengan nilai 25,66% yang menjadikan waste defect adalah prioritas perusahan untuk dilakukan minimalisir. Berdasarkan rata-rata pada metode Defect per Million Opurtunities (DPMO) sebesar 184094,4205, yang dimana pada hasil ini menunjukan masih perlu dilakukannya kembali peningkatatan pada kualitas dalam memproduksi produk. Diketahui terdapat 2 jenis defect, dimana berdasarkan diagram pareto presentase tertinggi terjadinya kegagalan Es Balok Bolong dengan presentase 87,04 %. Hasil dari analisa penyebab terjadinya defect Es Bolong dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) terdapat tiga penyebab kegagalan utama yang memiliki skor RPN dengan kategori “Tinggi” dengan keterangan harus segera diperbaiki yang dantaranya adalah, perawatan mesin secara berkala, proses pencairan terlalu cepat, dansuhu kolam pencairan tidak tepat di 3°C. Hasil rekomendasi perbaikan berdasarkan 5W+1H dimana perusahan perlu melkukan sosialisasi, pengawasan, dan memberikan SOP pada prroses produksi pembuatan Es Balok, serta perlu dilakukannya penyesuaian pada lingkungan kerja sekitar perusahaan dan menambahkan alat indikator suhu manual pada kolam pencairan, lalu yang terakhir melakukan perawatan secara berkala dengan menyesuaikan batas waktu pemakaian mesin dengan standar yang diputuskan olah supervisor. Perusahaan perlu melakukannya controlling pula secara keseluruhan tahap proses produksi perusahaan yang memproduksi Es Balok dengan menggunakan checksheet supervisor pada area proses produksien_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFailure Mode and Effect Analysis (FMEA)en_US
dc.subjectDefecten_US
dc.subjectWasteen_US
dc.titleUsulan Penerapan Lean Six Sigma untuk Meminimalisir Terjadinya Defect Pada Produk Es Batu (Es Balok) PT. Saleh Jayaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522264


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record