Show simple item record

dc.contributor.authorKhoir, Muhammad Sabiquna
dc.date.accessioned2024-09-20T02:44:38Z
dc.date.available2024-09-20T02:44:38Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51908
dc.description.abstractMaraknya penyakit menular pada pesantren menjadi latar belakang dalam Perancangan Asrama Sehat di Kawasan Pesantren Al Manaar. Penyakit yang disebabkan oleh kelembapan kamar tidur, sanitasi air yang buruk, dan kebiasaan buruk santri. Lokasi perancangan ini berada di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul yang notabene memiliki suhu lingkungan yang tinggi dan sulit air. Dari latar belakang tersebut maka penulis mengambil 3 permasalahan utama yaitu; 1) perancangan masterplan dengan memperhatikan gubahan massa asrama, orientasi bangunan, zonasi, dan regulasi kawasan namun tetap efektif pada lahan yang sempit, 2) strategi pengaliran udara dan paparan sinar matahari pada asrama pesantren al-manaar untuk mencegah dan membunuh kuman, bakteri, dan jamur, 3) perancangan atap asrama untuk memanen air hujan namun tetap memperhatikan estetika bangunan. Perancangan ini memiliki tujuan untuk mencegah penyakit menular namun tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar pada lokasi perancangan di Gunungkidul. Arsitektur Organik digunakan sebagai pendekatan dalam perancangan ini dengan 3 konsep dasar ; Form Follow Flow, Of The People, dan Of The Material. Dari ketiga konsep dasar tersebut maka penulis mendapatkan kerangka penyelesaian masalah. Zonasi asrama pada pesantren menjadi bangunan utama yang diletakkan pada area timur dengan tujuan untuk mendapatkan sinar matahari melimpah. Sedangkan bangunan lain seperti sekolah berada di sisi utara, masjid di sisi barat dengan tujuan sebagai bangunan ikon dan penyambut, pendopo di area selatan, dan dapur di area selatan mengikuti sesuai fungsinya masing-masing. Pemaparan sinar matahari dan pengaliran udara pada kamar asrama memiliki strategi yaitu bukaan dengan rasio 27% pada dinding timur dan 20% pada dinding barat. Bukaan timur menggunakan jendela material daun kaca bening dan dinding barat menggunakan susunan kayu jati rongga. Rasio tersebut merupakan hasil dari uji simulasi menggunakan software pencahayaan Velux dan pengaliran udara Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan paparan hingga seluruh dipan serta pengaliran udara mencapai 2-2,5 m/s (standar 0,1-0,5 m/s). Pemaparan sinar matahari tersebut berdasar dari temuan penulis yaitu sinar matahari menjadi desinfektan alami dalam pembunuhan virus, kuman, dan jamur. Sedangkan pengaliran udara yang tinggi dapat sirkulasi angin yang baik. Pemanfaatan air hujan pada asrama pesantren menjadi respon akan sulitnya air di Kawasan pesantren. Atap dirancang dan air hujan dimanfaatkan sebagai flushing kloset untuk mengurangi beban air bersih pada bangunan. Dengan adanya perancangan ini diharapkan menjadi itikad dan semangat dalam mewujudkan sarana pendidikan yang sehat. Selain itu, perancangan ini juga sebagai perwujudan dari misi yang pertama dari Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia yaitu Menghasilkan sarjana arsitektur yang memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan binaan yang tanggap terhadap kaum dhuafa dan bersifat berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsramaen_US
dc.subjectPenyakit Menularen_US
dc.subjectPemaparan Sinar Mataharien_US
dc.subjectPengaliran Udaraen_US
dc.titlePerancangan Asrama Sehat di Kawasan Pesantren Al Manaar Gunungkidulen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20512160


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record