| dc.description.abstract | Maraknya penyakit menular pada pesantren menjadi latar belakang dalam Perancangan
Asrama Sehat di Kawasan Pesantren Al Manaar. Penyakit yang disebabkan oleh kelembapan
kamar tidur, sanitasi air yang buruk, dan kebiasaan buruk santri. Lokasi perancangan ini berada
di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul yang notabene memiliki suhu lingkungan
yang tinggi dan sulit air. Dari latar belakang tersebut maka penulis mengambil 3 permasalahan
utama yaitu; 1) perancangan masterplan dengan memperhatikan gubahan massa asrama,
orientasi bangunan, zonasi, dan regulasi kawasan namun tetap efektif pada lahan yang sempit,
2) strategi pengaliran udara dan paparan sinar matahari pada asrama pesantren al-manaar
untuk mencegah dan membunuh kuman, bakteri, dan jamur, 3) perancangan atap asrama
untuk memanen air hujan namun tetap memperhatikan estetika bangunan.
Perancangan ini memiliki tujuan untuk mencegah penyakit menular namun tetap
memperhatikan kondisi lingkungan sekitar pada lokasi perancangan di
Gunungkidul. Arsitektur Organik digunakan sebagai pendekatan dalam perancangan ini dengan
3 konsep dasar ; Form Follow Flow, Of The People, dan Of The Material. Dari ketiga konsep dasar
tersebut maka penulis mendapatkan kerangka penyelesaian masalah. Zonasi asrama pada
pesantren menjadi bangunan utama yang diletakkan pada area timur dengan tujuan untuk
mendapatkan sinar matahari melimpah. Sedangkan bangunan lain seperti sekolah berada di sisi
utara, masjid di sisi barat dengan tujuan sebagai bangunan ikon dan penyambut, pendopo di
area selatan, dan dapur di area selatan mengikuti sesuai fungsinya masing-masing.
Pemaparan sinar matahari dan pengaliran udara pada kamar asrama memiliki strategi yaitu
bukaan dengan rasio 27% pada dinding timur dan 20% pada dinding barat. Bukaan timur
menggunakan jendela material daun kaca bening dan dinding barat menggunakan susunan
kayu jati rongga. Rasio tersebut merupakan hasil dari uji simulasi menggunakan software
pencahayaan Velux dan pengaliran udara Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan paparan
hingga seluruh dipan serta pengaliran udara mencapai 2-2,5 m/s (standar 0,1-0,5 m/s).
Pemaparan sinar matahari tersebut berdasar dari temuan penulis yaitu sinar matahari menjadi
desinfektan alami dalam pembunuhan virus, kuman, dan jamur. Sedangkan pengaliran udara
yang tinggi dapat sirkulasi angin yang baik.
Pemanfaatan air hujan pada asrama pesantren menjadi respon akan sulitnya air di Kawasan
pesantren. Atap dirancang dan air hujan dimanfaatkan sebagai flushing kloset untuk
mengurangi beban air bersih pada bangunan.
Dengan adanya perancangan ini diharapkan menjadi itikad dan semangat dalam mewujudkan
sarana pendidikan yang sehat. Selain itu, perancangan ini juga sebagai perwujudan dari misi
yang pertama dari Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia yaitu Menghasilkan sarjana
arsitektur yang memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan binaan yang tanggap
terhadap kaum dhuafa dan bersifat berkelanjutan. | en_US |